Diterbitkan 29 Aug 2023

Fenomena Kelapa Sawit Berbuah Kecil dan Cara Mengatasinya

Tips / Tutorial
kelapa sawit berbuah kecil

Ditengah upaya pemerintah untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas kelapa sawit masih saja terkendala masalah. Masalah yang dihadapi perkebunan kelapa sawit di Indonesia tidak sebatas serangan OPT dan penyakit yang mengakibatkan produktivitas dan hasil panen menurun. Ternyata ada sebuah fenomena buah kelapa sawit berukuran kecil bahkan bisa juga tidak berbuah. Kira-kira mengapa demikian?

Kendala Buah Sawit

Setidaknya ada tiga kendala yang menimpa buah sawit seperti sawit tidak berbuah, buah sawit berukuran kecil, dan buah sawit yang busuk. Penyakit yang menyerang buah tentunya akan menurunkan hasil panen buah kelapa sawit hingga turunnya produksi CPO. Sebelumnya sudah pernah dibahas tentang penyakit pucuk busuk pada buah kelapa sawit dan kelapa sawit sudah tidak berbuah lagi – Penyebab Tanaman Kelapa Sawit Tidak Berbuah dan Cara Mengatasinya. Pembahasan kali ini tentang buah sawit yang ukurannya kecil. 

Gambaran Umum Buah Sawit Kecil

Kelapa sawit yang tumbuh sehat menghasilkan buah yang sehat pula. Normalnya, berat buah sawit yang sehat berkisar 3-4 kg setiap tandannya. Jumlah tandan pada kelapa sawit sehat sebanyak 12-14 tandan dalam satu pohon. Dari buah sawit inilah dapat dihasilkan 25-30% minyak yang diolah menjadi CPO. 

Buah Sawit kecil

Namun, tidak semua kelapa sawit berbuah sehat dan normal. Ada kalanya buah sawit berukuran kecil atau biasa disebut dengan buah pasir. Buah sawit kecil memiliki berat kurang dari 1 kg di setiap tandannya. Kemunculan buah sawit kecil dapat dideteksi ketika kelapa sawit berusia 12-18 bulan. Jika dibiarkan terus menerus, kelapa sawit akan menghasilkan buah yang kecil terus menerus dan tidak dapat diproses menjadi CPO. 

Penyebab Buah Sawit Kecil

Tidak mungkin kelapa sawit yang sehat akan menghasilkan buah sawit yang kecil. Tentu saja ada beberapa penyebab buah sawit yang dihasilkan berukuran sangat kecil. Penyebabnya antara lain:

  1. Usia kelapa sawit yang masih muda

Memang buah kecil pada kelapa sawit baru bisa dideteksi saat usianya masih muda yaitu 12-18 bulan. Normalnya, kelapa sawit akan mulai berbuah ketika berusia 3-4 tahun setelah ditanam.

  1. Kurangnya kesuburan lahan perkebunan

Lahan sebagai media tanam kelapa sawit harus dalam keadaan subur. Lahan kurang subur bisa menjadi tanda kurangnya pupuk kalium, pupuk micro plant activator, dan zat pengatur tumbuh (ZPT).

  1. Kurangnya perawatan dan pemeliharaan

Perawatan kelapa sawit lebih dari sekadar pemberian pupuk. Bisa saja hasil buah pasir dikarenakan perawatan yang tidak sesuai dengan lingkungan, alat yang digunakan tidak memadai, pengendalian gulma kurang intensif, dan perawatan panen serta pasca panen yang belum maksimal.

  1. Serangan OPT dan penyakit

Banyak OPT dan penyakit yang menyerang kelapa sawit. Perlu diwaspadai apabila ada serangan ulat api, kumbang sawit, tikus, tungau, penyakit akar busuk, dan penyakit busuk pangkal batang.

Cara Meminimalisir Buah Sawit Kecil

Ada beberapa cara untuk meminimalisir buah sawit kecil, salah satunya yaitu metode kastrasi. Metode kastrasi memang sering digunakan untuk merawat kelapa sawit – Punya Berbagai Manfaat, Begini Cara Mudah Kastrasi Kelapa Sawit. Kastrasi merupakan salah stau metode pengendalian fisik. Cara kerjanya yaitu dengan membuang buah sawit kecil selama 3 kali musim buah.

Kelapa sawit yang sudah tidak berbuah

Tujuan kastrasi untuk menekan pertumbuhan generatif tanaman sehingga pertumbuhan vegetatifnya lebih maksimal. Kastrasi boleh dilakukan ketika kelapa sawit sudah cukup umur. Jika kastrasi berhasil, tentu membawa manfaat pada kelapa sawit seperti:

  1. Berat tandan yang seragam

Benih kelapa sawit tentu menghasilkan tanaman yang berbeda meskipun asal benihnya sama. Bisa saja ukuran tinggi, besar, maupun jumlah tandan berbeda antara satu pohon dan pohon lain dalam satu lahan. Dengan kastrasi, sangat mungkin menyeragamkan kelapa sawit hingga berat tandan kelapa sawit pada satu lahan.

  1. Kelembaban berkurang

Kelembaban pada kelapa sawit disebabkan karena ketinggian pohon dan lebat tandan buah yang berbeda-beda. Jika tidak diatasi, kelembaban kelapa sawit bisa memunculkan jamur. Untuk itu perlu untuk dikastrasi untuk mengurangi kelembaban kelapa sawit.

  1. Mengatasi serangan OPT

Membuang sebagian tanaman yang mengganggu pertumbuhan sama saja dengan menghilangkan tempat hidup OPT

Selain menggunakan metode kastrasi, dosis pemberian pupuk juga tidak kalah pentingnya. Pemberian pupuk yang baik yaitu dengan memperhatikan prinsip 5T agar kesuburan lahan perkebunan kelapa sawit tetap terjaga sehingga menghasilkan buah yang berukuran standar. Tambah wawasan seputar alternatif penyelesaian masalah pada industri kelapa sawit sekaligus meningkatkan angka literasi digital dengan mengunjungi website Gokomodo setiap harinya.

whatsapp
twitter
facebook
linkedin