Header GokoUp dan GokoZone
Agri Edu

Hal-hal yang Perlu Kamu  Tahu Tentang Pestisida Organik Paling Ampuh

Diterbitkan 12 Des 2025, 14:44

Pestisida sangat penting untuk keberlangsungan hidup tanaman. Sejauh ini, terdapat 2 jenis pestisida, yaitu pestisida organik dan kimia. Pestisida kimia merupakan cairan kimia yang berfungsi untuk pengendalian hama pertanian dengan cepat. Sayangnya, jika sering menggunakan pestisida kimia akan berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, ada baiknya beralih pada penggunaan pestisida organik untuk jangka panjang. Penasaran sama apa itu pestisida organik yang ampuh? Yuk, simak penjelasan lebih lengkapnya berikut ini!

Sumber: Southern Scientific Services

Cari Tahu Tentang Pestisida Organik Paling Ampuh

Pestisida organik merupakan campuran zat organik atau sisa – sisa limbah rumah tangga bisa berupa buah-buahan, sayuran sisa. Jenis Pestisida organik ini berguna untuk membasmi hama, penyakit, dan gulma pada tanaman. Pestisida organik dinilai lebih murah, ramah lingkungan, aman untuk penggunaan jangka panjang karena dibuat dari bahan alami yang ada disekitar kita. 

Middle GokoUp dan GokoZone

Sebenarnya, pestisida organik bisa diklasifikasikan berdasarkan bahan dasar pembuatan pestisida organik. Terdapat 2 jenis pestisida organik yang digunakan oleh petani dan pekebun. Apa saja ya jenis pestisida organik yang paling ampuh?

Pestisida Organik Alami

Pestisida organik alami terbuat dari bahan alami limbah rumah tangga seperti sisa buah, sayur, dan sampah organik lainnya. Jenis Pestisida ini biasanya disebut dengan pestisida organik jenis nabati. Pestisida nabati biasanya menggunakan ekstrak alami dari tumbuhan tembakau, mindi, suruh, bunga krisan, dan lain – lain. Lalu, ada juga pestisida yang bahan pembuatannya menggunakan bahan aktif dari mikroorganisme, jamur (fungi), bakteri, dan virus, dimana Pestisida ini disebut dengan pestisida organik alami.

Pestisida Organik Sintetis

Jenis pestisida organik sintetis menggunakan bahan organik buatan namun bukan bahan kimia. Pestisida organik yang mengandung Ion Chlor/ CI (Dichloro Diphenhyl Trichloretan / DDT ; Edrin, Dieldrin) disebut dengan  Organoklorine. Selanjutnya pestisida organofosfat adalah pestisida organik yang mengandung senyawa Ion Fosfate, pestisida jenis ini yang paling sering digunakan oleh masyarakat. Pestisida carbamat mengandung bahan aktif senyawa carbamat seperti d-eletrin, HIT, dan BLITZ). Meskipun terbuat dari bahan yang berbeda, pestisida tetaplah memiliki fungsi sebagai pembasmi hama, gulma, dan penyakit pada tanaman produk hortikultura

Cara Penggunaan Pestisida Organik Paling Ampuh yang Efektif

Cara pemakaian pestisida organik yang efektif sangat penting untuk menjaga tanaman dan keseimbangan ekosistem sekitarnya. Pestisida organik dinilai baik untuk pemakaian jangka panjang, karena terbuat dari limbah-limbah rumah tangga yang ada disekitar kita. Namun meskipun pemakaiannya relatif mudah dibandingkan pemakaian pestisida jenis lain, ternyata masih banyak orang awam yang belum tau nih gimana cara penggunaan pestisida organik yang tepat dan efektif. Berikut cara penggunaan pestisida yang tepat dan efektif.

Pilih Pestisida Organik yang Sesuai

Sebelum menggunakan pestisida organik, lakukan observasi mengenai jenis tanaman dan hama jenis apa yang akan dibasmi. Pestisida organik memiliki bahan aktif yang berbeda-beda. Maka dari itu, pemilihan pestisida harus tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal untuk menjaga tanaman dan ekosistem sekitarnya. Seperti contoh, minyak tumbuhan neem cocok untuk mengatasi hama kutu daun, dan sabun insektisida cocok untuk hama lunak seperti tungau.

Persiapan dan Pencampuran

Diperlukan pencampuran yang tepat formula bahan-bahan yang digunakan sebagai bahan dasar pestisida organik. Pestisida harus digunakan sesuai dengan petunjuk pemakaian. Meskipun pestisida organik aman namun jika penggunaannya pada tanaman berlebihan bisa merusak tanaman. Begitupun sebaliknya, jika dosis penggunaannya kurang juga bisa gagal membasmi hama. Hindari penggunaan air yang telah terkontaminasi untuk media pencampuran pestisida. Aplikasikan pestisida organik pada daun dan batang, atau ditempat hama hinggap.

Waktu Penggunaan yang Tepat

Waktu penggunaan pestisida organik juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh untuk pemusnahan hama. Disarankan pengaplikasian pestisida organik dilakukan saat pagi hari atau sore hari ketika suhu dan sinar matahari tidak terik. Pastikan juga ketika pengaplikasian dilakukan ketika kelembaban udara yang tinggi. Hindari pengaplikasian ketika musim kemarau dan ketika matahari terik, karena membuat bahan aktif pestisida akan menguap dan mengurangi efektifitas pestisida organik.

Frekuensi Penggunaan Pestisida Organik

Seringnya penggunaan pestisida juga mempengaruhi efektifitasnya, lho. Meskipun pestisida organik memiliki resiko yang minim untuk lingkungan namun masih terdapat dampak negatif pada penggunaan pestisida organik ketika frekuensi pengaplikasiannya tidak tepat. Sebaiknya penggunaan pestisida hanya dianjurkan ketika hama muncul pada jumlah yang banyak, mengancam pertumbuhan tanaman, dan berdampak negatif pada lingkungan sekitar. Penggunaannya disarankan seminggu hanya 2 hingga 3 kali sudah cukup untuk menjaga kesehatan tanaman.

Setelah membaca tentang pestisida organik paling ampuh, ternyata ampuhnya pestisida tidak lepas dari cara penggunaan yang tepat dan sesuai dosis. Kalau kamu ingin tau gimana cara membuat pestisida yang mudah,  baca artikel Cara Membuat Pestisida Organik dari Daun Sekitar atau cek website Gokomodo untuk mendapatkan informasi dan tutorial yang lengkap seputar pertanian. dan jangan lupa cek GokoMart pusat perlengkapan penunjang pertanian yang lengkap, murah, dan banyak diskon tentunya. 

whatsapp
twitter
facebook
linkedin
Footer Gokoup Dan GokoZone
Sehari Jadi Petani Episode 2