Diterbitkan 12 Oct 2023

Hama Wereng pada Padi Beserta Cara Pengendaliannya

Tips / Tutorial
hama wereng

Bagi petani junior yang baru saja terjun ke dunia pertanian, jenis-jenis hama yang menyerang tanaman pasti masih sulit dihafal di luar kepala. Namun tidak perlu khawatir, kamu bisa mempelajarinya sedikit demi sedikit mulai dari sekarang. Salah satu hama yang perlu dipelajari jika kamu ingin menanam padi adalah hama wereng.  

Wereng merupakan jenis serangga yang berukuran seperti butiran beras dengan daya penyebaran yang sangat cepat dan ganas. Hama tanaman padi ini seringkali membuat para petani merasa kesulitan untuk memberantasnya. Hal ini karena hama wereng secara umum akan bertengger di bagian pangkal daun padi dan aktif bergerak.

Mengenal Hama Wereng

Wereng merupakan serangga penghisap tumbuhan yang berasal dari anggota Ordo Hemiptera (Kepik Sejati) dan Subordo Fulgoromorpha. Serangga ini mempunyai siklus hidup sekitar 3-4 minggu, dimana seekor wereng betina bisa bertelur sekitar 100 sampai 500 butir. 

Wereng bisa menjadi ancaman serius bagi petani karena menyerang mulai dari fase vegetatif hingga generatif. Persentase kehilangan hasil akibat serangan wereng bahkan diperkirakan antara 20% hingga 100%. Tak hanya itu, hama ini juga mampu menyebabkan tanaman mati dan mengakibatkan gagal panen. 

Salah satu dampak yang paling mengerikan dari serangan wereng adalah perannya sebagai vektor penyebaran virus tungro. Virus ini merupakan penyakit pada tumbuhan yang sangat berbahaya. Lebih lanjut, dampak dari serangan wereng bagi tanaman adalah terjadinya hopperburn (gosong), kerdil rumput, dan kerdil hampa.

Jenis-jenis Hama Wereng

Agar lebih paham mengenai jenis-jenis wereng yang ada di sawah, simak ulasan singkat berikut ini.

  • Wereng Coklat (Nephotettix spp). 

Merupakan jenis wereng berwarna coklat yang menyerang dan memusnahkan buah padi di fase awal atau saat baru mulai muncul. Jenis ini mampu berkembang biak sangat cepat dengan daur hidup pendek, serta mempunyai daya serang dan pola penyebaran yang sangat ganas.

  • Wereng Hijau (Nilaparvata lugens). 

Merupakan jenis wereng yang memiliki waktu penetasan sekitar 6 hari di bagian pelepah daun padi. Jenis ini akan menyerang daun untuk mengambil cairannya, sehingga daun akan mengering.   

  • Wereng Punggung Putih (Sogatella furcifera). 

Merupakan jenis wereng yang berukuran lebih kecil dari butiran padi. Tidak hanya menghisap batang padi, jenis wereng yang satu ini juga menghisap tanaman jagung dan jenis rumput-rumputan hingga membuat mereka mengering.

Pengendalian Hama Wereng Secara Hayati

Serangan hama wereng perlu dikendalikan agar kegagalan panen dapat diantisipasi. Secara umum, kamu bisa melakukan pengendalian secara hayati dengan Induksi cendawan Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae sebagai agen hayati. 

Beauveria bassiana merupakan jamur entomopatogen yang tumbuh pada serangga dan membentuk spora di dalam tubuh mereka. Serangan jamur ini akan membuat serangga atau hama sakit bahkan mati dengan sendirinya.

Sementara itu, Metarhizium anisopliae merupakan jamur entomopatogen yang bersifat parasit terhadap serangga. Jamur ini dapat menyebabkan penyakit bila menginfeksi serangga, baik yang menyerang tanaman secara langsung ataupun organisme antagonis yang ada di dalam tanah.

Secara umum, efektifitas Metarhizium anisopliae di lapangan sangat dipengaruhi oleh tingkat virulensi, viabilitas, dan konsentrasi spora. Oleh karena itu, perlu ditambah perekat untuk menghilangkan ketegangan permukaan spora agar terpisah antara satu dengan yang lain. Kamu juga bisa menambahkan gula pasir untuk nutrisi tambahannya.

Selain menggunakan cendawan, pengendalian hayati juga bisa dilakukan dengan melepaskan musuh alami atau predator wereng di areal yang terserang. Beberapa predator wereng antara lain kepik mirid, kumbang koksinelid, capung jarum, laba-laba serigala, kumbang paederus, belalang bertanduk panjang, dan kumbang karabid. 

Pengendalian Hama Wereng secara Mekanik

Selain pengendalian secara hayati, kamu juga bisa melakukan pengendalian secara mekanik dan fisik. Mulai dari memperluas jarak tanam padi dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo untuk mengurangi ledakan hama wereng, hingga melakukan penanaman padi secara serentak untuk mencegah mobilisasi hama wereng.

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah menggenangi areal persemaian sampai hanya ujung bibit saja yang terlihat selama sehari. Menanam tanaman refugia di sekitar lahan pertanian juga bisa menjadi solusi, yakni dengan menanam beberapa jenis tanaman berbunga mencolok, seperti bunga kenikir, bunga matahari, dan bunga jengger ayam atau celosia.

Demikian informasi seputar hama wereng beserta jenis dan cara pengendaliannya. Baca juga Inilah Hama Tanaman Karet dan Cara Pengendaliannya di website Gokomodo untuk mengetahui lebih banyak informasi seputar pengendalian hama. Selamat membaca!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin