Diterbitkan 18 Aug 2023

Ini Dia Cara Pengolahan Pasca Panen Kelapa Sawit

Tips / Tutorial
pasca panen kelapa sawit

Pemanenan menjadi tahap paling ditunggu-tunggu dalam siklus tanam di perkebunan sawit. Namun, setelah pemanenan ternyata masih ada beberapa tahap pasca panen yang harus dilakukan agar hasil panen tetap memiliki mutu yang berkualitas.

Cara pengolahan pasca panen sawit harus didasarkan pada dua aspek penting. Pertama adalah aspek teknis yang meliputi persiapan pemanenan dan pelaksanaan panen, serta kedua adalah aspek manajerial yang meliputi rotasi dan sistem panen, kriteria matang panen, serta kerapatan panen.

Cara Pengolahan Pasca Panen Kelapa Sawit

1. Pelaksanaan Panen

Pelaksanaan panen menjadi tahapan awal dalam proses pasca panen kelapa sawit. Untuk mengetahui kapan tahap ini dilakukan, kamu bisa memerhatikan buah kelapa sawit yang mulai berjatuhan ke tanah tanpa bantuan alat apapun.

Agar pada saat dipanen buah sawit mencapai tingkat kematangan yang maksimal, maka perlu digunakan kriteria panen fraksi II sebagai penentu. Artinya, dalam setiap 1 kilogram tandan, harus ada 2 sampai 10 brondol yang jatuh di piringan. 

Selanjutnya, pemanenan dapat dilakukan berdasarkan angka perhitungan AKP (Angka Kerapatan Panen). Hal ini bertujuan untuk meminimalisir pemanenan buah yang masih mentah dan menghindari kerusakan pohon kelapa sawit. 

Perlu diketahui, tandan buah sawit (TBS) yang dipanen biasanya mengandung rendemen yang tinggi. Oleh karena itu, TBS dan brondolan yang telah dipanen akan dibawa ke tempat pengolahan hasil (TPH). Sebelum TBS dimuat ke truk, terlebih dahulu mutu TBS akan dicek oleh kerani buah.  

2. Bongkar Muat

Cara pengolahan berikutnya adalah bongkar muat atau pemindahan hasil panen dari tempat panen ke lokasi penanganan pasca panen. Dalam kegiatan ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan baik. 

Mulai dari persiapan petugas dan alat operasional pengangkutan, penimbangan wadah dan isinya, penjumlahan susunan wadah dan isinya, penurunan intensitas kontak langsung dengan sinar matahari, hingga proses pembongkaran muatan secara teliti dan hati-hati.

3. Proses Penyejukan (Pre Cooling)

Berikutnya adalah tahapan pre cooling atau proses menghilangkan panas lapang pada hasil panen sawit. Proses ini harus dilakukan pada waktu yang tepat, tidak menggunakan bahan kimia berbahaya, dan memperhatikan tingkat sirkulasi udara dan air secara merata. 

Faktor lain yang memiliki pengaruh besar terhadap proses penyejukan panen adalah pemilihan alat yang tepat. Faktor ini harus diperhatikan dengan seksama karena alat dan media pre cooling yang digunakan harus sesuai dengan karakter buah sawit yang sedang diolah. 

4. Curing

Terakhir adalah proses curing atau tahap penyembuhan luka. Tahap ini merupakan proses pendiaman buah sawit selama beberapa waktu setelah mereka melewati serangkaian proses panen hingga proses pre cooling. 

Proses ini bertujuan untuk menetralisir kandungan minyak pada buah kelapa sawit pasca proses penyejukan. Proses ini juga akan membantu tanaman kelapa sawit yang terluka untuk pulih dengan mekanisme pembelahan dan diferensiasi sel.

Itulah beberapa cara pengolahan pasca panen kelapa sawit yang perlu diperhatikan dengan baik. Dengan pengolahan pasca panen yang tepat, Industri Kelapa Sawit akan Mampu Mewujudkan Ketahanan Pangan di Indonesia. Bersama Gokomodo, mari wujudkan kemandirian pangan tersebut!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin