Diterbitkan 24 Jan 2023

Inilah 5 Faktor yang Mendukung Ekonomi Agrikultur di Indonesia

Agri Edu
agrikultur indonesia

Sektor pertanian menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat Indonesia yang penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini dibuktikan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa pertanian memiliki kontribusi sebesar 13,28% terhadap PDB nasional.

Mengingat pentingnya sektor pertanian tersebut, perlu adanya usaha untuk mengoptimalkan perekonomian dengan cara memberdayakan sektor pertanian. Usaha optimalisasi ini dikenal juga sebagai ekonomi agrikultur, yang meliputi budidaya tanaman atau ternak, serta termasuk di dalamnya pemanfaatan mikroorganisme dalam pengolahan produk.

Faktor pendukung agrikultur Indonesia:

1. Iklim

Faktor pendukung yang pertama adalah iklim. Faktor ini sangat berpengaruh terhadap ekonomi agrikultur sebab Indonesia berada di zona iklim tropis ekuatorial, yang mana rata-rata suhu udara tahunan selalu tinggi, dengan rata-rata suhu pada bulan terdingin berada di atas 18 derajat celcius. 

Iklim di Indonesia juga dipengaruhi oleh bentuk negara yang terdiri dari pulau-pulau atau negara kepulauan. Posisi yang berada di antara dua benua dan dua samudera juga membuat angin muson bertiup setiap tahunnya dan menyebabkan perubahan musim kemarau dan musim penghujan. 

Dari faktor iklim ini, Indonesia memiliki potensi ekonomi agrikultur yang sangat besar. Hal ini karena potensi tumbuhnya berbagai macam tanaman akan semakin tinggi, tentunya dengan kuantitas dan kualitas yang optimal. 

2. Tanah

Selain memiliki iklim yang mendukung, Indonesia juga memiliki tanah yang subur. Tingkat kesuburan tanah yang tinggi ini disebabkan oleh keberadaan gunung-gunung berapi yang dalam periode tertentu mengeluarkan material muntahan yang mampu menyuburkan tanah. Dengan tanah yang subur dan menyediakan nutrisi yang melimpah, tanaman akan tumbuh dengan baik dan nantinya akan menghasilkan hasil yang memuaskan.  

3. Penduduk 

Faktor berikutnya adalah penduduk. Menurut Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia pada akhir tahun 2021 mencapai 273,87 juta jiwa, dimana lebih dari 50 persennya adalah angkatan kerja. 

Hal ini membuat sektor pertanian tidak terlalu kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja dalam jumlah banyak. Selain itu, jumlah penduduk yang besar juga berpengaruh pada kebutuhan pangan yang semakin meningkat. Sehingga sektor pertanian akan selalu dibutuhkan sampai masa yang akan datang. 

4. Sosial Budaya 

Sosial budaya masyarakat juga mendukung ekonomi agrikultur Indonesia. Hal ini karena kegiatan pertanian sudah berkembang sejak zaman nenek moyang dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan. Selain itu, faktor sosial budaya yang bersifat turun temurun juga terus membuat pertanian di Indonesia tetap dilestarikan dari zaman ke zaman. 

5. Modernisasi Pertanian

Faktor pendukung yang terakhir adalah modernisasi pertanian. Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka ekonomi agrikultur Indonesia juga akan semakin berkembang. Mulai dari adanya inovasi atau penemuan alat pertanian modern, hingga pengolahan hasil panen menjadi berbagai macam produk pangan.

Modernisasi ini juga akan membuat tenaga dan waktu yang dibutuhkan dalam proses pertanian menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, kualitas yang didapatkan akan semakin baik dan harga yang diberikan kepada konsumen bisa semakin murah. Lebih lanjut, modernisasi pertanian akan membuat ekonomi agrikultur semakin berkembang pesat dan mampu memenuhi segala kebutuhan masyarakat di Indonesia.

Demikian sekilas informasi mengenai faktor pendukung ekonomi agrikultur di Indonesia. Bila kamu membutuhkan kebutuhan pertanian Gokomodo membantu usaha pertanianmu semakin berkembang!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin