Diterbitkan 25 Dec 2023

Jangan Rancu, Berikut Penjelasan Fakta dan Mitos Kelapa Sawit

Agri Edu
Fakta dan Mitos Kelapa Sawit

Dibalik manfaat kelapa sawit yang beragam, ternyata masih ada banyak hal yang menjatuhkan kelapa sawit. Banyak sekali kabar burung yang sering dilimpahkan pada kelapa sawit. Benarkah kabar burung tersebut? Alangkah baiknya untuk mengupas tentang mitos dan fakta kelapa sawit berikut agar tidak mudah termakan kabar burung dan hoaks. 

Biodiesel Kelapa Sawit Tidak Berkelanjutan, Mitos Atau Fakta?

Salah satu produk samping kelapa sawit yang banyak digunakan yaitu biofuel yang dikenal dengan biodiiesel. Banyak yang mengira penggunaan biodiesel sudah tidak berkelanjutan lagi. Faktanya, hanya biodiesel generasi pertama saja yang tidak berkelanjutan. Sekarang ini terdapat biodiesel yang lebih berkelanjutan yaitu biodiesel generasi kedua. Bahkan biodiesel generasi kedua sudah dicantumkan dalam kebijakan European Union Renewable Energy Directives dan United States Renewable Fuels Standard. Menariknya lagi, perkebunan kelapa sawit di Indonesia mampu menghasilkan biodiesel generasi pertama dan kedua. Jadi, memang fakta jika biodiesel generasi kedua mendukung keberlanjutan pertanian

Kebun Kelapa Sawit Mampu Menyerap Karbon Dioksida, Mitos Atau Fakta?

Sumber: IESE Edu

Kemampuan suatu tanaman menyerap karbon dioksida sangat penting dalam pembaruan udara. Salah satu cara menyerap karbon dioksida adalah melalui tanaman. Banyak mitos beredar bahwa perkebunan kelapa sawit tidak mampu menyerap karbon dioksida layaknya hutan tropis lainnya. Faktanya, perkebunan kelapa sawit mampu menyerap 64 ton karbon dioksida tiap tahun dan menghasilkan oksigen mencapai 18 ton per tahunnya. Jumlah ini tentu jauh lebih banyak dibandingkan dengan hutan tropis yang hanya mampu menyerap karbon dioksida sebanyak 42 ton setiap tahun dan oksigen yang dihasilkan hanya 7 ton saja setiap tahunnya.

Kebun Kelapa Sawit Menghasilkan Gas Rumah Kaca (GHG), Mitos Atau Fakta?

Salah satu kabar miring yang ditujukan pada perkebunan kelapa sawit adalah terbentuknya efek rumah kaca. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia mayoritas didirikan pada lahan gambut rusak. Jika tidak ditanami, lahan gambut yang telah rusak menghasilkan emisi gas rumah kaca hingga 127 ton/hektar/tahun.

Jumlah ini akan berkurang drastis apabila ditanami dengan kelapa sawit. Prosentase emisi gas rumah kaca yang dhasilkan menjadi 55-57 ton/hektar/tahun. Tidak hanya itu saja, kelapa sawit mampu ‘menabung’ stok karbon pada lapisan tanah gambut sebanyak 57.3-81,8 ton/hektar tergantung dengan jenis lahan gambut yang digunakan. Memang perkebunan kelapa sawit masih menghasilkan gas rumah kaca, namun tidak sebanyak pada kondisi lahan yang tidak ditanami.

Kelapa Sawit  Mampu Konservasi Tanah dan Air, Mitos Atau Fakta?

Sumber: NACLA

Tudingan yang ditujuan pada kelapa sawit lagi-lagi masalah lingkungan. Kali ini kelapa sawit dituding sebagai tanaman yang boros air. Padahal, kelapa sawit memilki tiga mekanisme untuk melakukan konservasi tanah dan air. Mekanisme tersebut yaitu mekanisme struktur dan naungan kanopi, mekanisme tata kelola lahan, dan mekanisme sistem perakaran kelapa sawit. Semua meknaisme tersebut bekerja bersinergi dengan jangka waktu yang lama yaitu 25 tahun sesuai dengan usia produktif kelapa sawit. 

Kelapa Sawit Bisa Memanen Energi Surya, Mitos Atau Fakta?

Jangan salah, ternyata kelapa sawit mampu memanen energi surya lebih baik dibandingkan dengan hutan tropis. Hal ini didasari dari kemampuan efisiensi fotosintesis, konversi energi radiasi, produktivitas bahan kering, dan incremental biomass. Fotosintesis menjadi tolok ukur kemampuan memanen energi surya karena pada proses fotosintesis memerlukan cahaya matahari. Efisiensi fotosistesis pada perkebunan kelapa sawit mencapai 3,18% dan jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan kemampuan fotosintesis pada hutan tropis lainnya. 

Itulah beberapa fakta yang mampu menghempaskan segala mitos dan tuduhan miring pada kelapa sawit. Jangan lupa simak Fakta Menarik Kelapa Sawit yang Jarang Diketahui dan juga artikel tentang mitos serta fakta perkebunan di Indonesia lainnya hanya di website Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin