Diterbitkan 1 Feb 2024

Ketahui Jenis Pupuk dan Cara Mengatasi Kelangkaan Pada Pupuk

Tips / Tutorial
Mengatasi kelangkaan pupuk

Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral). Dalam pemupukan, perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan agar tidak mendapat terlalu banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyak zat makanan dapat berbahaya bagi tumbuhan. 

Jenis-jenis pupuk

  1. Pupuk organik, merupakan pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan, dan manusia. Jika dilihat dari bentuknya, pupuk organik juga bisa berbentuk padat maupun cair. Pupuk organik bermanfaat dalam meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi kelengketan seingga mudah diolah, memperbaiki kondisi kimia, fisika, dan juga biologi.
  2. Pupuk anorganik, merupakan pupuk yang berasal dari bahan-bahan kimia. Pupuk anorganik bermanfaat dalam menambah unsur hara dan nutrisi membantu meningkatkan kualitas kesuburan tanah. Pupuk dapat diberikan lewat tanah ataupun disemprotkan ke daun. Salah satu jenis pupuk organik adalah kompos.

Pupuk merupakan material yang menjadi kebutuhan petani. Keberhasilan dalam usahatani ditentukan oleh berbagai faktor produksi salah satunya adalah pupuk. Pemberian pupuk yang cukup, baik kuantitas maupun kualitas, menghasilkan tanaman yang subur dan hasil maksimal. Keberadaan pupuk sering kali bermasalah, terutama saat musim tanam tiba, pupuk dipasaran harganya melonjak tinggi sehingga menyebabkan kelangkaan. Untuk mengatasi kelangkaan tersebut, petano dapat mengatasinya dengan mengolah pupuk organik cair secara mandiri.  

Sumber: Floreseditorial

3 Cara yang dapat kamu lakukan ketika menghadapi kelangkaan pupuk subsidi

a. Bergabung dengan kelompok tani

Mengatasi kelangkaan pupuk dapat dipermudah ketika kamu sebagai pembudidaya bergabung dengan kelompok tani. Akses pupuk subsidi bisa dipermudah karena kamu sudah terdata dalam kelompok yang membutuhkan pupuk oleh ketua kelompok tani.

b. Menggunakan pupuk non-subsidi

Penggunaan pupuk subsidi bisa dibilang cukup mahal. Namun kamu tidak perlu khawatir karena pupuk non-subsidi bisa diaplikasikan bersama dengan pupuk subsidi untuk lebih menghemat biaya. Sekarang ini, sudah banyak pupuk semprot pada daun yang membuat penyerapan lebih efektif dan irit tentunya.

c. Membuat pupuk organik

Banyak macam pupuk organik yang dapat kamu buat untuk kebutuhan tanaman. Pupuk organik yang tersedia seperti pupuk kandang, kompos, dan POC.

Cara membuat POC

Pupuk organik cair (POC) adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk cair. POC dapat diartikan sebagai pupuk yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan pembusukan dari sisa tanaman, maupun kotoran hewan atau manusia.

Mengolah POC tidaklah terlalu sulit asalkan semua bahan dan peralatan yang dibutuhkan telah disiapkan terlebih dahulu. Berikut merupakan langkah dan cara pembuatan POC : 

  1. Ambil feses sapi menggunakan sekop plastic dan ember kemudian dimasukkan ke dalam inlet bersamaan untuk dicampur.
  2. Selama campuran feces dan urine berada di dalam bak digester terjadi fermentasi selama minimal 40 hari tergantung banyaknya campuran
  3. Slurry tertapung di dalam outlet akan terdorong keluar oleh gas yang dibentuk di dalam digester dan ditampung dalam bak slurry; 
  4. Di dalam bak slurry dilakukan pemisahan antara padat dan cair degan menggunakan saringan plastik. Hasil saringan berbentuk padat dipindahkan tempat penampungan padat untuk dikeringkan, sedangkan yang berbentuk cair dialirkan ke bank penampungan melalui pipa paralon yang telah dilengkapi dengan saringan plastik; 
  5. Selanjutnya cairan di dalam bak penampungan dialirkan ke tendon melalui pipa paralon menggunakan mesin air untuk dilakukan aerasi selam minimal 3 hari; 
  6. Setelah dilakukan aerasi selama minimal 3 hari, maka cairan tersebut dicampurkan dengan hasil fermantasi bahan campuran berupa Mikro Organisme Lokal (MOL); 
  7. Setelah 14 hari sejak dicampurkan dengan bahan pupuk hasil fermentasi (MOL) di dalam tandon, maka pupuk siap untuk dikemas;
  8. Isi botol dengan melalui kran pengeluaran yang ada pada tendon pengemasan pastikan tidak ada busa di dalam botol
  9. Botol yang sudah ditutup, dilap dengan menggunakan kain lap dan diperiksa dengan teliti untuk melihat adanya kerusakan, kemudian segel.

Demikian informasi terkait cara mengatasi pupuk langka. Baca juga – Penggunaan Kopi dan Kulit Jeruk Bahan Pestisida Nabati dengan cara mengunjungi website Gokomodo dan temukan informasi lainnya seputar produk yang kamu butuhkan. Selamat berselancar!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin