Diterbitkan 21 Nov 2022

<strong>Mendukung Rekomendasi B20, Gokomodo Gaungkan Semangat Berperan dalam Pemberdayaan dan Digitalisasi Sektor Agritech</strong>

News
Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Sejak awal dibangun, salah satu tujuan Gokomodo yaitu mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sektor pertanian dan perkebunan agar dapat lebih maju dan berkembang. Tepatnya, dilakukan dengan menggandeng smallholders di sektor perkebunan, yang seperti diketahui masih sering kesulitan dalam mendapatkan bahan-bahan berkualitas seperti pupuk dan sejenisnya.

Pemberdayaan UMKM yang inovatif dan kolaboratif ini ternyata menjadi salah satu fokus rekomendasi kebijakan yang dihasilkan oleh B20 Indonesia, untuk dibawa dan diserahkan kepada para pemimpin G20 saat puncak KTT G20. Forum dialog B20 ini akhirnya merumuskan 25 rekomendasi kebijakan dan 65 rekomendasi aksi. Shinta Widjaja Kamdani, Chair B20 Indonesia mengatakan rekomendasi ini akan menjadi sebuah legacy untuk kebangkitan ekonomi global. 

“Ini baru permulaan, setelah ini yang penting, harus ada aksi dan dampak nyata untuk kebangkitan ekonomi,” ujar Shinta dalam penutupan B20 Summit Indonesia Tahun 2022 di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022).

Dalam penutupan B20, Jokowi juga menyampaikan agar pihak perusahaan mendorong upaya transformasi digital untuk pemberdayaan UMKM dengan fokus pada kapabilitas, kewirausahaan, dan penciptaan lapangan kerja.

“Saya titip, yang besar agar membawa yang kecil. Yang besar harus mau membesarkan usaha-usaha kecil dan mikro. Target kita nanti di 2024, kita harapkan sudah mencapai diatas 30 juta UMKM yang masuk ke platform-platform digital,” pesan Jokowi dalam penutupan B20 Summit Indonesia.

Setali dua ikat dengan pesan Jokowi tersebut, secara tidak langsung Jokowi memberikan dukungan terhadap layanan bisnis Gokomodo yang bermitra dengan UMKM. Saat ini, Gokomodo telah membangun ‘Komunitas Mitra Gokomodo’ dimana sejumlah KUD dan toko-toko tani di sejumlah daerah menjadi bagian di dalamnya. Diantaranya ada Koperasi Unit Desa (KUD) Surya Adi, Mesuji dan Belida, Muara Enim, dan Marga Mulya, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Hub ini berfungsi sebagai perpanjangan layanan Gokomodo yang membantu mendekatkan akses para petani dan pekebun di daerah terhadap produk-produk kebutuhan agrikultur dengan harga yang kompetitif dan berkualitas, seperti pupuk dan peralatan pertanian, yang seringkali hanya tersedia di kota-kota besar.

Digitalisasi ini dilakukan agar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga dapat masuk ke dalam rantai pasok industri sebagai bisnis yang berkelanjutan. Sebagaimana pesan Presiden Jokowi, langkah Gokomodo dalam menciptakan kemitraan inklusif untuk UMKM dapat menjadi pondasi bagi perekonomian Indonesia yang lebih maju.

“Kami berharap keberadaan kami di tengah UMKM, seperti KUD dan toko-toko tani di Indonesia dapat memberikan kontribusi positif dalam menggerakan ekonomi masyarakat dari skala terkecil untuk tumbuh bersama, sekaligus menjadi implementasi dari fokus B20 dalam meningkatkan inklusivitas dan kolaborasi dalam upaya pemulihan ekonomi,” tutur Samuel Tirtasaputra, Co-Founder & CEO Gokomodo (15/11).

Kedepannya, Gokomodo juga berharap dapat turut mengambil peran dalam Indonesia’s Green Industrialization Strategy (2030) yang terdiri dari agrichemical and biotechnology, land and water management, serta agritech and supply chain.

whatsapp
twitter
facebook
linkedin
Blog terbaru
Pengetahuan agrikultur, tips, dan sumber daya dari tim kami.