Diterbitkan 13 Dec 2023

Mewujudkan Industri 4.0: Revolusi Pertanian dengan Teknologi Drone

Agri Edu
Drone Pertanian

Dalam era teknologi yang terus berkembang, peran drone atau pesawat tanpa awak tidak hanya digunakan untuk mengambil video atau foto saja. Namun, telah dimanfaatkan lebih luas di berbagai sektor. Kini drone membawa perubahan signifikan dalam metode dan manajemen pertanian. 

Drone, atau disebut juga sebagai Unmanned Aerial Vehicle (UAV), adalah pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh tanpa kehadiran pilot secara langsung. Dalam konteks pertanian, drone menjadi alat yang dapat diandalkan untuk memantau dan mengelola lahan secara efisien.

Drone pertanian hadir dengan teknologi canggih seperti kamera, sensor, dan perangkat lainnya yang memungkinkannya untuk mengumpulkan data secara akurat dari lahan pertanian. Kemampuannya untuk terbang rendah dan mendeteksi perubahan-perubahan di tanah membuatnya menjadi alat yang sangat berharga dalam pemantauan dan analisis pertanian.

Pemanfaatan Drone dalam Pertanian

1. Pemantauan Kesehatan Tanaman

Penggunaan drone untuk memonitor kesehatan tanaman melibatkan peralatan pencitraan khusus, seperti Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Peralatan ini memungkinkan para petani untuk mengamati kondisi pertumbuhan tanaman dengan lebih akurat dan merespon permasalahan yang muncul dengan cepat dan efisien guna melindungi tanaman.

Sumber: Pinterest

2. Pemantauan Kondisi Lahan

Drone mampu menyajikan pemetaan lahan yang akurat dan informasi elevasi yang memungkinkan para petani mengidentifikasi masalah di lapangan. Mendapatkan data mengenai ketinggian lapangan bermanfaat untuk menetapkan pola drainase dan mengidentifikasi titik-titik basah dan kering, memberikan petani wawasan yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi teknik penyiraman.

Beberapa layanan drone untuk pertanian bahkan menyediakan drone dengan teknologi inovatif pemantauan tingkat nitrogen di tanah melalui peningkatan sensor. Ini dapat mengoptimalkan aplikasi pupuk secara tepat, mengurangi area pertumbuhan yang tidak sehat, dan meningkatkan kesehatan tanah untuk masa tanam yang akan datang.

3. Penanaman dan Pembibitan

Penerapan drone secara otomatis untuk penanaman bibit sebagian besar diterapkan dalam industri kehutanan. Inovasi ini memungkinkan para petani untuk melakukan penanaman bibit di wilayah yang sulit dijangkau tanpa menghadirkan risiko bagi pekerja. Tidak hanya itu, efisiensi dalam penanaman dan penyemaian bibit juga meningkat, contohnya dengan tim yang terdiri dari dua operator dan sepuluh drone mampu menanam 400.000 bibit per hari.

4. Tindakan Pemeliharaan 

Penggunaan drone dalam proses pemeliharaan ini telah merata di berbagai wilayah di Asia Tenggara. Sebagai contoh, Korea Selatan telah mengadopsi drone untuk melakukan penyemprotan pada sekitar 30% dari lahan pertanian mereka. Drone penyemprot ini secara otomatis dapat menjangkau area yang sulit diakses, seperti ladang teh yang terletak di ketinggian dan lereng curam.

Drone dengan fungsi penyemprotan ini memberikan bantuan yang signifikan kepada pekerja dengan membantu mereka menavigasi ladang, mengatasi risiko yang tinggi terkait dengan penggunaan penyemprot ransel konvensional. Selain itu, drone ini dapat menyemprotkan cairan dengan partikel halus, yang dijamin dapat meningkatkan efisiensi pada bahan kimia

Cara Kerja Drone Pertanian

Inovasi terkini dalam teknologi drone berhasil mengatasi tantangan dengan kemampuannya membawa beban yang signifikan, termasuk pestisida dan pupuk. Dengan kemampuan penyemprotan, drone dapat menyebarkan pestisida dan pupuk ke tanaman dengan efisiensi yang mencapai 1-2 hektar setiap kali terbang. Berikut cara kerja drone dalam penyiraman, penyebaran pestisida atau pemberian pupuk:

  • Pemetaan Lahan, drone yang dilengkapi dengan teknologi pemetaan yang memungkinkan mereka memetakan area yang akan dijadikan sasaran penyemprotan melalui program atau aplikasi. Drone menggunakan sensor dan sistem GPS untuk melakukan pemetaan lahan pertanian dengan tingkat akurasi yang tinggi.
  • Persiapan Cairan, cairan yang melibatkan pestisida, herbisida, atau pupuk perlu dicampur dengan air untuk mencapai konsentrasi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Selain itu, penting untuk memeriksa kualitas cairan tersebut guna memastikan bahwa tidak ada dampak merugikan terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
  • Pengisian Tangki Drone, langkah selanjutnya adalah mengisi tangki drone dengan cairan yang telah disiapkan sebelumnya. Kapasitas tangki drone dapat bervariasi tergantung pada jenis dan modelnya. Secara umum, drone sprayer memiliki kapasitas tangki sekitar 10-25 liter.
  • Penyemprotan Cairan, drone akan diatur ketinggian dan kecepatan penerbangannya untuk menyemprotkan cairan secara merata ke seluruh lahan pertanian. Drone sprayer dilengkapi dengan nozzle dan pompa yang dapat menghasilkan semprotan cairan dengan kecepatan dan tekanan tinggi.
  • Pemantauan dan Pengendalian, drone harus terus dipantau dan dikendalikan oleh operator. Operator bertanggung jawab memastikan bahwa drone tetap terbang pada ketinggian yang sesuai dan tidak bertabrakan dengan hambatan apapun. Selain itu, operator juga perlu memastikan bahwa drone menyemprotkan cairan dengan intensitas dan konsentrasi yang tepat. Aplikasi ini dapat dilakukan bersama dengan petugas untuk mencegah kerusakan tanaman dan pencemaran lingkungan.

Itulah pemanfaatan drone dalam pertanian dan cara kerjanya. Dapatkan informasi menarik lainnya seputar pertanian, seperti Bagaimana Dampak IPTEK Bidang Pertanian bagi Petani? di website Gokomodo untuk menambah wawasanmu!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin