Diterbitkan 22 Dec 2023

Peringatan Hari Ibu Ke-95 Tahun 2023: Jadikan Momen Memperdayakan Pertanian Yang Lebih Baik

Event
Peringatan Hari Ibu

Apakah kamu tahu tanggal 22 Desember merupakan momentum spesial yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Hal ini karena pada tanggal tersebut adalah waktunya Peringatan Hari Ibu. Peringatan tersebut berasal dari sebuah agenda yaitu Kongres Perempuan Indonesia yang diadakan tanggal 22 Desember 1928. Meskipun berlabel “ibu”, hari yang istimewa ini sejatinya merupakan persembahan bagi para perempuan Indonesia.

Ibu selalu digambarkan sebagai sosok yang lemah lembut. Ibu digambarkan dengan bagaimana dirinya menyiapkan sarapan keluarga, mengantarkan anaknya ke sekolah, ataupun melakukan pekerjaan yang tidak memberatkan.

Namun, ibu merupakan sosok yang perkasa, menjadi tulang punggung keluarga, serta melakukan pekerjaan yang tidak pernah terbayangkan akan dipikul olehnya. Versi kedua seorang ibu inilah yang menjadi deskripsi bagi para petani perempuan. Mereka rela bangun pagi untuk segera ke sawah, bekerja di bawah terik matahari, dan peluh menetes berkali-kali.

Namun sayangnya, terdapat berbagai halang dan rintang yang dihadapi perempuan dalam sektor pertanian. Hal ini menciptakan kondisi tidak setara antara perempuan dan laki-laki. Petani perempuan, dalam banyak kasus, seakan-akan terhambat oleh sebuah tembok yang mencegah mereka untuk menjadi petani yang seutuhnya.

Keterbatasan Perempuan Dalam Dunia Pertanian

  1. Perempuan Memiliki Akses yang Lebih Sedikit Terhadap Sumber Daya Pertanian

Akses perempuan terhadap sumber daya pertanian tidak sama dengan laki-laki. Mereka memiliki keterbatasan dalam hal pembagian lahan, komoditas, hingga teknologi. Bahkan, jika kesetaraan akses ini diwujudkan, maka akan ada kemungkinan peningkatan hasil panen sebesar 20 – 30%.

  1. Keputusan Perempuan dalam Pertanian Terbungkam

Peran berupa pemikiran seorang perempuan dalam sektor pertanian terbatas. Penentuan penjualan dan pembelian produk pertanian atau lahan oleh perempuan umumnya lebih rendah dibandingkan laki-laki.

  1. Akses Informasi Perempuan Terbatas

Dalam sektor pertanian, akses informasi didapatkan dari berbagai sumber. Salah satunya adalah pertemuan kelompok tani serta penyuluhan. Seringkali, kegiatan publik ini dihadiri oleh banyak petani laki-laki. Perlu diperhatikan terkait dengan kemungkinan adanya perbedaan preferensi gender terhadap penyampaian informasi.

  1. Perempuan berperan ganda

Hebatnya petani perempuan, terutama seorang ibu, adalah bagaimana mereka bisa mengemban 2 tugas sekaligus. Ibu sudah banyak disibukkan dengan kegiatan merawat anak, memasak, membersihkan rumah, dan lain-lain. Namun mereka masih bisa berperan sebagai petani yang berusaha menyambung kehidupan keluarga.

  1. Krisis Iklim Meningkatkan Kerentanan Perempuan

Terjadinya krisis iklim tentu berdampak pada hasil panen. Perempuan merupakan sosok utama yang terdampak. Gagal panen menyebabkan pemasukan keluarga semakin sedikit. Selain terpuruk sebagai seorang petani, perempuan harus bisa mengatur keuangan keluarga yang sedikit akibat gagal panen.

Semoga dengan adanya peringatan hari ibu yang tepat di hari ini menjadikan perempuan bisa turut andil dengan baik dalam dunia pertanian. Simak selalu informasi di website Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin