Saatnya Melakukan Pengendalian Hama Terpadu untuk Lingkungan yang Lebih Sehat

Siapa sih yang tidak resah dengan adanya serangan hama? Serangan hama memang merugikan sekaligus merepotkan para petani. Hama dalam jumlah yang terkontrol masih diperbolehkan untuk menjaga keanekaragaman hayati. Meskipun jumlahnya sedikit, namun harus tetap dikendalikan agar tidak merugikan. Nah, berikut ini Gokomodo akan menjelaskan tentang pengendalian hama terpadu.

Pengertian Pengendalian Hama Terpadu
Pengendalian Hama Terpadu, yang biasanya dikenal dengan istilah PHT, merupakan salah satu cara membasmi hama yang didasarkan pada pertimbangan ekologi dan efisiensi ekonomi. Sasaran PHT merupakan lahan pertanian dengan produktivitas yang tinggi, meningkatkan kesejahteraan petani, mengendalikan populasi hama dan penyakit pada tingkatan yang tidak merugikan petani, menyeimbangkankualitas lingkungan, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Secara umum, ada beberapa taktik, seperti:
- Memanfaatkan pengendalian alami dengan cara membuat lingkungan sebagai habitat pengendali alami secara maksimal dan mengurangi tindakan yang dapat mengurangi jumlah organisme pengendali hama secara alami.
- Mengelola ekosistem dengan cara bercocok tanam, yang meliputi penggunaan varietas tahan hama, rotasi tanaman, sanitasi, masa tanam, tanaman perangkap hama, serta tindakan bercocok tanam lainnya.
- Penerapan pengendalian hama menggunakan metode selain berbahan kimia.
- Menggunakan pestisida secara bijaksana dan selektif berdasarkan pada hasil monitoring dan ketetapan ambang pengendalian.
Apa Saja yang Termasuk Pengendalian Hama Terpadu?
Pengendalian hama terpadu dianjurkan karena mampu mengendalikan populasi hama dengan baik tanpa menimbulkan kerusakan yang signifikan pada tanaman. Sebelum membahas lebih dalam, kamu perlu tahu ada 3 komponen utama yaitu pencegahan, monitoring, dan intervensi pestisida. Masing-masih tindakan yang dilakukan akan diuraikan dalam penjelasan berikut ini.
Pencegahan awal
Pasti sudah sering mendengar istilah “lebih baik mencegah daripada mengobati”, kan? Hal yang sama juga bisa diterapkan untuk hama. Dengan kata lain, hama lebih baik dicegah dibandingkan harus mengobati di kemudian harinya. Perkembangan hama dapat dicegah sedini mungkin dengan cara memilih varietas tanaman yang tahan hama, melakukan rotasi tanaman, mengelola lingkungan dengan tepat, dan menggunakan musuh alami.
Monitoring
Monitoring lahan dengan rutin akan membantu mengetahui apakah hama sudah mulai menyerang tanaman budidaya atau belum. Ada banyak cara monitoring yang bisa dilakukan, namun yang paling efektif yaitu inspeksi lapangan, penggunaan perangkap hama, pemantauan populasi hama, dan pengamatan kondisi cuaca.
Intervensi pestisida
Tahap ini menjadi tahap akhir apabila kedua cara sebelumnya tidak memberikan hasil yang signifikan dan justru manifestasi hama makin banyak. Menggunakan pestisida memang sangat efektif untuk membasmi hama, terlebih hama yang populasinya mulai padat. Dibalik efektivitas yang tinggi, ada harga yang dibayar berupa kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, penggunaan pestisida harus bijak dan tepat. Prinsip penggunaan pestisida yang bijak diantaranya pemilihan pestisida ramah lingkungan, penggunaan pestisida secara terarah, menggunakan pestisida secara bergantian, dan pemberian pestisida tepat waktu.
Manfaat Pengendalian Hama Terpadu
Pada penjelasan sebelumnya sudah dijelaskan tentang manfaat pengendalian hama terpadu, terutama untuk lingkungan. Namun, apakah hanya lingkungan saja yang merasakan dampaknya? Tentu tidak. Ada banyak manfaatnya.
Mengurangi biaya produksi tanaman pangan
Pengendalian hama terpadu sangat bergantung pada organisme lain dan pengendalian berupa fisik lainnya, sehingga meminimalisir penggunaan bahan kimia seperti pestisida kimia. Nah, jika kebutuhan pestisida berkurang, modal yang dikeluarkan petani untuk memproduksi pangan juga ikut berkurang karena tidak membeli pestisida. Dengan berkurangnya modal, tentu diharapkan bisa memaksimalkan keuntungan petani.
Perubahan gaya hidup konsumen
Memangnya dengan pengendalian hama terpadu bisa membuat gaya hidup berubah? Tentu saja bisa. Produk yang dihasilkan dari penerapan pengendalian jauh lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida. Produk yang dihasilkan sudah jelas keamanannya dan tidak menimbulkan efek racun pada tubuh. Jika diiringi dengan penggunaan pupuk organik, maka sudah menghasilkan bahan pangan organik yang banyak digemari.
Mewujudkan pertanian berkelanjutan
Pembangunan berkelanjutan merupakan tujuan yang harus dicapai oleh semua negara, termasuk didalamnya pertanian berkelanjutan. Melakukan pengendalian hama terpadu sama halnya mewujudkan pertanian berkelanjutan. Pertanian berkelanjutan menekankan penggunaan bahan organik dan meminimalisir penggunaan bahan kimia. Penjelasan lebih lanjut tentang pertanian berkelanjutan bisa kamu baca di artikel Pertanian Berkelanjutan: Pengertian, Indikator, dan Jenisnya.
Nah, itulah pengendalian hama terpadu yang bisa kamu pelajari. Sebenarnya sedikit membutuhkan usaha namun sebanding hasilnya. Ada berbagai cara pengendalian hama yang bisa kamu baca di blog Gokomodo dan tentunya berbagai rekomendasi pestisida organik yang bisa kamu gunakan. Jangan lupa untuk membeli peralatan di GokoMart terdekat, ya!
Punya Pohon Mangga di Rumah? Coba Aplikasikan Pupuk Mangga Sesuai Dosis Berikut






