Super Easy! Ikuti Langkah Cara Menanam Strawberry Ini Kalau Ingin Berbuah Sepanjang Tahun!

Pasti jarang ya lihat perkebunan strawberry selain di dataran rendah? Hal itu dikarenakan strawberry memiliki beberapa syarat tumbuh yang harus dipenuhi untuk tumbuh dengan baik. Salah satu diantara berbagai syarat tumbuh strawberry ada pada ketinggian tempat budidayanya. Penasaran apa saja syarat dan cara budidayanya?

Syarat Tumbuh Strawberry
Perkebunan strawberry umumnya ditemukan di dataran tinggi dengan iklim yang dingin, sejuk, dan tidak terlalu banyak mendapatkan paparan sinar matahari. Ternyata, strawberry dapat tumbuh dengan baik dengan lingkungan bersuhu 17-20OC atau pada suhu udara minimum y 4-5OC. Tentu suhu tersebut tidak bisa dicapai apabila strawberry dibudidayakan di dataran rendah.
Selain suhu yang relatif rendah, strawberry bisa tumbuh di wilayah dengan kelembapan udara berkisar 80-90%. Kelembapan dalam kisaran tersebut tidak akan didapatkan di dataran rendah, melainkan harus di dataran tinggi.
Sebenarnya, jika dibudidayakan di dataran tinggi, makin sulit terkena sinar matahari sepanjang hari karena pasti terhalang oleh kabut yang tebal. Padahal untuk pertumbuhan yang optimal, tanaman strawberry harus mendapatkan sinar matahari minimal 8-10 jam per harinya. Selain sinar matahari, tempat ideal untuk budidaya strawberry harus memiliki curah hujan antara 600-700 mm/tahun.
Bagaimana untuk media tanam? Sebaiknya media tanam yang digunakan untuk budidaya strawberry biasnya tanah kebun maupun tanah gembur untuk budidaya di rumah. Pastikan untuk memberikan pupuk dasar sebelum mulai tanam, ya.
Cara Menanam Strawberry
Jika kondisi lahan sudah memenuhi syarat tumbuh strawberry, sudah saatnya untuk memulai tanam. Bagaimana caranya?
Persiapan bibit
Budidaya strawberry dimulai dari persiapan pemilihan bibit. Bibit unggul berasal dari varietas yang unggul juga. Jangan terlalu banyak menggunakan bibit strawberry agar tersedia ruang yang cukup untuk strawberry tumbuh dengan baik. Jumlah bibit yang ditanam berkisar 40.000 – 83.333 bibit/ha. Bibit yang digunakan bisa dari biji strawberry maupun stek atau stolon.
Menanam strawberry
Sudah terbayang kan bagaimana budidaya strawberry dilihat dari syarat tumbuhnya? Nah, ketika sudah memahami syarat tumbuhnya, kita bisa langsung menanam strawberry. Ikuti langkah berikut ini, ya!
Persiapan lahan
Persiapan lahan sangat krusial dalam budidaya tanaman strawberry. Biasanya persiapan lahan meliputi pemberian pupuk dasar, mempersiapkan media tanam, dan pemberian mulsa. Ada 2 opsi persiapan lahan yang bisa dilakukan untuk budidaya strawberry, yaitu sistem bedengan atau guludan tanpa mulsa plastik dan sistem bedengan menggunakan mulsa plastik. Biasanya, penggunaan mulsa plastik lebih disarankan untuk menjaga tanah terhindar dari hama dan penyakit tanaman.
Persiapan bibit
Strawberry dikenal memiliki banyak biji yang terletak di kulit atau bagian luar tubuhnya. Sebelumnya sudah dijelaskan berapa banyak biji yang diperlukan untuk luasan lahan tertentu. Ternyata cukup banyak juga ya jumlah biji yang dibutuhkan. Selain biji, bibit strawberry juga bisa didapatkan dari stek dan anakan.
Proses tanam
Proses tanam strawberry terbilang cukup mudah. Kamu hanya perlu menggali tanah yang ada di dalam bedengan sedalam 10-15 cm atau disesuaikan dengan jenis bibit yang digunakan. Jika menggunakan anakan, pindahkan anakan dari persemaian bersama tanahnya secara perlahan, kemudian timbun lagi dengan tanah.
Perawatan
Saat budidaya strawberry, perlu dirawat agar tumbuh dengan baik. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan yaitu penyiraman, pemupukan, pemangkasan, penyiangan, dan pengendalian hama serta penyakit secara terpadu.
Karena buah strawberry mengandung banyak air, perlukah sering disirami selama tumbuh? Tentu tidak, ya. Justru buah strawberry kurang tahan dengan kadar air tanah yang cukup banyak. Umumnya, tanaman strawberry membutuhkan 150-200 ml air tiap tanaman, setiap harinya. Tentu jumlah ini bervariasi tergantung jenis tanah dan cuaca pada saat itu. Apabila memasuki fase generatif, sebaiknya pemberian air dikurangi untuk mendorong pertumbuhan buah dan bunga, serta menghasilkan strawberry berkualitas.
Untuk kebutuhan nutrisi, strawberry perlu diberi pupuk berkualitas dengan teratur. Disarankan menggunakan pupuk cair dibandingkan pupuk padat atau pupuk granul karena jauh lebih mudah diserap oleh tanaman dan lebih efisien.
Saat tanaman makin bertumbuh besar dan banyak daun, jangan lupa untuk memangkas beberapa bagian tanaman. Selain memfokuskan nutrisi untuk pertumbuhan bagian yang lain seperti bunga dan buah, memangkas tanaman ternyata salah satu cara untuk mencegah timbulnya hama dan penyakit yang bisa menyebabkan kerugian panen dikemudian hari.
Panen
Nah, inilah saat yang ditunggu-tunggu setelah proses tanam strawberry dilakukan. Strawberry yang berasal dari stek biasanya tumbuh lebih cepat dan akan berbunga saat 60 hari setelah tanam. Bunga pertama ini sebaiknya dibuang, barulah bunga selanjutnya yang tumbuh dibiarkan menjadi buah. Setelah usia 4 bulan, barulah tanaman mulai berbuah. Kabar baiknya strawberry bisa berbuah selama 2 tahun tanpa henti. Jadi, kalau besar buah strawberry sudah sesuai keinginan, bisa langsung dipetik.
Cukup mudah kan cara menanam strawberry? Kalau kamu memang berada di dataran tinggi dan punya lahan pekarangan cukup luas, boleh banget coba tanam strawberry. Karena bisa berbuah cukup lama, sudah pasti bisa dijadikan passive income kamu, lho. Yuk, cari cara mendapatkan passive income dari Berminat Buka Usaha di Pertanian? Coba Cek Siapa Tau Cocok! dan artikel lainnya di blog Gokomodo, ya!
Punya Pohon Mangga di Rumah? Coba Aplikasikan Pupuk Mangga Sesuai Dosis Berikut






