Tak Kenal, Maka Tak Paham: Penyakit Jamur Meresahkan Penyebab Penyakit Antraknosa

Indonesia terletak di garis khatulistiwa memiliki kelebihan iklim tropis yang dapat merasakan sinar matahari setiap harinya. Selain bisa merasakan hangatnya sinar matahari, Indonesia juga hanya memiliki 2 jenis musim, yaitu musim kemarau dan hujan. Wah, bayangkan betapa lembabnya udara di Indonesia yang hanya punya 2 musim ini.
Memiliki udara yang lembab tentu bisa menjadi masalah tersendiri, apalagi untuk sektor pertanian. Udara yang terlalu lembab bisa memicu pertumbuhan flora penyebab penyakit tertentu pada tanaman, bahkan hingga menurunkan hasil panen di kemudian hari. Kira-kira apa jenis penyakit tanaman yang meresahkan itu?
Penyakit Jamur Apa yang Paling Meresahkan?

Sekarang ini sudah mulai memasuki musim hujan, yang berarti udara akan menjadi lebih lembab dibandingkan musim kemarau. Nah, udara lembab bisa memicu tumbuhnya organisme yang merugikan tanaman budidaya. Kira-kira apa jenis organisme tersebut?
Kalau kamu memikirkan jamur, selamat jawaban kamu benar! Jamur memang dikenal tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kelembaban tinggi. Ada banyak jenis jamur yang meresahkan petani, salah satunya jamur antraknosa. Yuk, baca penjelasan tentang penyakit jamur penyebab antraknosa berikut ini sampai selesai, ya!
Lebih Dalam Mengenal Penyakit Jamur Penyebab Antraknosa
Jamur penyebab antraknosa merupakan jamur yang berasal dari genus Colletotrichum, seperti Colletotrichum capsici yang biasa ditemukan pada tanaman cabai dan C. gloeosporioides yang biasanya tumbuh di tanaman mangga. Penyakit jamur antraknosa sering terjadi ketika musim hujan atau saat kelembapan udara tinggi diatas 90% dan suhu hangat sekitar 30oC. Antraknosa sendiri disebabkan karena spora yang menyebar terbawa air hujan, angin, serangga, maupun sanitasi yang buruk.
Untung saja gejala awal tanaman yang terkena penyakit jamur antraknosa bisa langsung dikenali. Biasanya gejala awalnya berupa munculnya bintik hitam kecil melingkar pada kulit buah. Kemudian, bintik tersebut menyebar ke arah sumbu panjang, sehingga yang semula berbentuk lingkaran menjadi berbentuk oval.
Infeksi jamur antraknosa yang tidak segera dikendalikan akan mengubah bintik hitam menjadi abu-hitam maupun kehijauan dan semakin mengotori buah. Lingkaran gelap tersebut menutupi area berwarna hitam yang lebih terang.
Meskipun tergolong penyakit jamur yang berat, antraknosa tetap bisa dicegah dan ditangani lebih awal sehingga tidak menyebabkan penyakit yang lebih serius. Biasanya penyakit ini menyerang tanaman buah-buahan, sayuran, dan pepohonan. Memangnya apa ya perbedaannya?
Penyakit Jamur Antraknosa pada Buah dan Sayur
Prinsipnya serangan jamur antraknosa dimulai dari bintik kecil berwarna hitam atau coklat yang muncul di permukaan tanaman, bisa pada buah, daun, maupun bagian tubuh lainnya. Untuk tanaman buah dan sayur, biasanya bisa ditemukan di permukaan buah dan bahkan menjalar ke bagian daun.
Jamur antraknosa pada daun seringkali ditemui pada bagian bawah daun. Apabila daun yang terkena jamur antraknosa tergolong daun masih mudah, biasanya daun akan melengkung. Apabila daun yang terkena jamur penyebab antraknosa sudah tua, akan hanya terlihat bercak jamurnya saja, tanpa diikuti ciri fisik lainnya.
Penyakit Jamur Antraknosa pada Pohon
Pepohonan dengan batang berkayu bisa menjadi habitat yang disukai oleh jamur penyebab penyakit antraknosa. Infeksi jamur penyebab antraknosa pada pohon ditandai dari noda jamur yang menyebar di sepanjang urat daun dan menyebabkan kerontokan lebih awal. Setelah dari daun, jamur penyebab antraknosa biasanya menyebar ke seluruh pohon diikuti dengan kerontokan pada daun.
Cara Mencegah Timbulnya Penyakit Jamur Antraknosa
Jamur antraknosa memang dikenal sulit untuk diobati. Tenang saja, penyakit jamur antraknosa masih bisa dicegah dengan beberapa hal, seperti:
- Sanitasi lahan dan membuang sisa tanaman yang tidak terpakai, karena penyakit jamur antraknosa dapat tumbuh dengan baik di sisa tanaman.
- Memberikan jarak tanam yang cukup untuk menghindari jarak yang terlalu dekat sehingga membuat tanaman makin lembab dan banyaknya tumbuh jamur antraknosa.
- Jangan lupa untuk memangkas bagian tanaman yang tumbuh di area yang tidak diinginkan, misalnya ranting. Ranting jika dibiarkan terus menerus akan mati dan menjadi habitat tumbuhnya jamur penyebab antraknosa.
- Menggunakan tanaman yang tahan terhadap penyakit antraknosa untuk melindungi tanaman lainnya yang tidak tahan akan penyakit antraknosa.
Selain itu penting juga menerapkan pengendalian penyakit antraknosa dengan menggunakan prinsip pengendalian terpadu, yang berarti memprioritaskan pengendalian hama/penyakit menggunakan secara fisika maupun biologi, dan menggunakan pengendalian secara kimiawi apabila menyebar secara infasif atau memang serangannya sudah cukup berat. Kamu bisa baca lebih banyak informasi mengenai penyakit jamur antraknosa di artikel Musim Hujan Belum Usai, Kenali Penyakit Antraknosa yang Menyerang Tanaman Saat Ini dan artikel serupa lainnya di blog Gokomodo, ya!
Nah, untuk melakukan pengendalian terpadu, pastinya kamu perlu peralatan yang mumpuni agar hama dan penyakit cepat teratasi. Kamu bisa memebli peralatan yang dibutuhkan di GokoMart terdekat, ya.








