Diterbitkan 26 Jul 2023

Tata Kelola dan Sarana Prasarana adalah Kunci Pengembangan Industri Kelapa Sawit

Agri Edu
pengembangan industri kelapa sawit

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mulai mengembangkan industri kelapa sawit nasional dengan menjalankan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Program ini dijalankan untuk meningkatkan produktivitas sawit nasional sehingga mampu mencukupi kebutuhan pasar, baik di dalam atau luar negeri.

Indonesia merupakan negara penghasil sawit nomor satu dan pengekspor terbesar di dunia. Dengan potensi yang sangat luar biasa tersebut, tentunya masih ada banyak harapan untuk pengembangan industri kelapa sawit perkebunan nasional semakin kuat. 

Tata kelola dan sarana prasarana (sarpras) merupakan dua hal penting yang harus diperhatikan dalam menjalankan program PSR. Sebab, pemenuhan kriteria teknis atau syarat baku mutu sarpras dalam industri kelapa sawit akan membantu akselerasi program PSR terwujud. 

Tata kelola dan sarana prasana kelapa sawit

Berdasarkan Permentan No. 03 Tahun 2022 dan Keputusan Dirjen Perkebunan, setidaknya ada 8 jenis sarpras dalam pengembangan industri kelapa sawit. Mulai dari benih, pupuk dan pestisida ekstensifikasi, pupuk dan pestisida intensifikasi, mesin pertanian, alat transportasi, peningkatan jalan dan tata kelola air, infrastruktur pasar, alat pascapanen dan unit pengolahan hasil, hingga verifikasi teknis (ISPO).

Selain sarpras yang mendukung, untuk menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan produktivitas sawit dari hulu hingga ke hilir, dibutuhkan tata kelola serta regulasi yang tepat. Selain itu, sistem terintegrasi juga perlu dijalankan agar kegiatan perkebunan dapat berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk membuat tata kelola pembangunan sawit yang terintegrasi, satu ekosistem, dan berkelanjutan. Yakni melalui program-program dari Ditjen Perkebunan, antara lain Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Program Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan (Kesatria), dan penyesuaian regulasi dengan kondisi riil di lapangan.

Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa tata kelola yang baik dan sarana prasarana yang mendukung sangat dibutuhkan dalam pengembangan industri sawit nasional. Sehingga, petani, pemerintah, dan pihak-pihak terkait harus mau berperan aktif sesuai bidang masing-masing. 

Lebih lanjut, Peran Generasi Muda untuk Mendukung Industri Sawit di Indonesia juga sangat dibutuhkan. Dengan demikian, industri sawit nasional akan berkembang lebih pesat dan mampu menghasilkan produk-produk yang berkualitas. Tertarik berkarier di industri kelapa sawit? Gokomodo siap membantumu. Kunjungi website kami untuk melihat berbagai layanan yang kamu butuhkan! 

whatsapp
twitter
facebook
linkedin