Diterbitkan 19 Jan 2024

Variasi Olahan Alpukat yang Perlu Kamu Tahu!

Lifestyle
olahan alpukat

Alpukat merupakan buah-buahan yang bisa dikonsumsi secara mentah ataupun dimasak terlebih dahulu. Buah berwarna hijau tua dengan isi berbentuk bulat imi memiliki rasa yang khas sehingga banyak dinikmati oleh berbagai kalangan usia. Selain itu, buah ini juga mengandung berbagai nutrisi penting yang baik untuk asupan gizi sehari-hari.

Mengolah alpukat menjadi berbagai produk menjadi salah satu cara menghindari kebosanan apabila ingin mengonsumsi buah satu ini setiap hari. Adanya diversifikasi produk dengan bahan dasar alpukat tentunya akan menarik daya beli masyarakat sehingga menguntungkan bagi banyak pihak.

Manfaat Buah Alpukat

Kandungan vitamin C, vitamin B-6, folat, Magnesium, dan Kalium pada buah alpukat diketahui dapat mendukung fungsi tubuh menjadi lebih optimal sehingga badan akan terasa sehat secara keseluruhan. Terlebih ketika seorang wanita dalam keadaan hamil, konsumsi alpukat bukan hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, melainkan juga membantu mencegah kenaikan berat badan selama kehamilan.

Alpukat juga dikenal dapat membantu menjaga kesehatan tulang, memperkuat, dan mencegah risiko terkena osteoporosis. Hal ini karena kandungan vitamin K yang cukup tinggi akan membuat penyerapan Kalsium menjadi lebih optimal sehingga tulang akan menjadi lebih kuat. Sebagai saran, konsumsi 201 gram alpukat setiap hari untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin K sebanyak 35 persen. 

Macam Olahan Alpukat

1. Minyak Alpukat

Buah alpukat biasanya diolah menjadi jus atau dijadikan isian salad. Namun, buah satu ini juga dikenal mengandung lemak tinggi dengan rasa langu seperti minyak ikan sehingga dapat diolah menjadi minyak alpukat. Dalam 100 gram buah saja, zat gizi seperti lemak atau minyak dapat mencapai 9,8 gram.

Sumber: iStock

Adapun kandungan asam lemak dalam minyak alpukat, antara lain asam kaprilat, asam laurat, asam miristat, asam palmitat, asam palmitoleat, asam oleat, asam linoleat. Dari kandungan tersebut, asam oleat, asam palmitat, dan asam laurat termasuk asam lemak yang paling dominan sehingga minyak alpukat digolongkan sebagai laurin-palmito-olein.

2. Mie Alpukat

Jika kamu bosan dengan olahan alpukat sebagai minuman, mie alpukat dapat menjadi pilihan yang bisa kamu coba. Tak hanya mengandung gizi yang tinggi, makanan sehat ini juga memiliki rasa yang nikmat layaknya mie pada umumnya.

Cara membuatnya pun cukup mudah. Kamu dapat mencampur daging buah alpukat dengan tepung terigu, tepung tapioka, garam, dan minyak goreng hingga rata. Selanjutnya, masukkan air sedikit demi sedikit, lalu uleni hingga kalis. Jika sudah, bagi adonan menjadi dua atau tiga bagian dan bulatkan. 

Berikutnya, ambil satu bulatan dan letakkan di alas yang sebelumnya telah ditaburi tapioka. Setelah digilas tipis, taburi permukaan atas adonan dengan tapioka, lalu lipat kembali. Pastikan di setiap lipatan ditaburi tapioka agar adonan tidak saling menempel. Terakhir, potong adonan dengan ketebalan sesuai selera dan urai lipatan-lipatan mie. Mie alpukat siap dimasak dan dinikmati.

3. Tepung Biji Alpukat

Contoh olahan produk dari alpukat berikutnya adalah tepung biji alpukat. Penggunaan biji ini didasarkan pada kandungan zat pati yang tinggi yakni sekitar 23%, sehingga cocok untuk sumber pati alternatif. Selain itu, biji alpukat juga mengandung polifenol, flavonoid, triterpenoid, kuinon, saponin yang merupakan senyawa antioksidan untuk menangkal radikal bebas. 

Kandungan biji alpukat di atas membuat tepung biji alpukat sangat baik untuk kesehatan apabila dikonsumsi secara tidak berlebihan. Tak heran, penambahan tepung ini ke dalam bahan pembuatan kue atau bahan pangan lainnya sangat dianjurkan. Misalnya dalam pembuatan donat, cookies, dan mie.

Sebenarnya, masih banyak variasi olahan alpukat yang bisa kamu pilih selain 3 produk di atas. Nah, jika kamu ingin mengenal lebih jauh mengenai buah yang satu ini, yuk kunjungi website Gokomodo dan baca artikel 9 Manfaat Buah Alpukat dan Kandungan Nutrisinya.

whatsapp
twitter
facebook
linkedin