Diterbitkan 8 Dec 2023

6 Dampak Yang Ditimbulkan dari Alih Fungsi Lahan

Agri Edu
Alih Fungsi Lahan

Peningkatan jumlah penduduk seringkali berpengaruh pada alih fungsi lahan pertanian menjadi tempat tinggal. Alih fungsi lahan atau konversi lahan merupakan perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan lahan dari fungsi semula menjadi fungsi lain. Perubahan ini memang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, namun disisi lain juga membawa dampak negatif terhadap lingkungan dan potensi lahan.

Alih fungsi pertanian tidak hanya digunakan untuk pembuatan rumah tinggal, melainkan juga untuk pembangunan pabrik, gudang penyimpanan, hingga pusat perbelanjaan dan kebutuhan bangunan lainnya. Perubahan atau penyesuaian penggunaan lahan ini biasanya dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tuntutan akan mutu kehidupan yang lebih baik.

Sifat Alih Fungsi Lahan Pertanian

Alih fungsi lahan pertanian dibagi menjadi dua, yakni permanen dan sementara. Sifat permanen ini terjadi apabila fungsi lahan yang awalnya sawah berubah menjadi kawasan pemukiman atau industri. Sementara itu, sifat sementara terjadi apabila lahan yang awalnya sawah berubah menjadi kebun, seperti tebu, durian, dan tanaman lainnya. Dikatakan sementara karena pada tahun-tahun berikutnya lahan masih memiliki potensi untuk dijadikan sawah kembali.

Sumber: IStock

Dilihat dari dampaknya, alih fungsi secara permanen tentunya memiliki dampak yang lebih besar daripada alih fungsi secara sementara. Lalu, seperti apa dampak alih fungsi bagi lingkungan? berikut adalah beberapa dampak yang perlu kamu tahu.

Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian

1. Lahan pertanian berkurang

Dampak utama dari alih fungsi lahan pertanian adalah berkurangnya lahan pertanian yang ada di suatu daerah. Konversi lahan pertanian menjadi non-pertanian ini tentu saja akan membawa dampak negatif ke berbagai bidang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

2. Produksi pangan nasional menurun

Salah satu dampak negatif dari berkurangnya lahan pertanian adalah penurunan produksi pangan. Akibatnya, negara akan kesulitan mencapai stabilitas pangan nasional dan terpaksa mengimpor kebutuhan pokok dari luar negeri.  

3. Harga pangan semakin mahal

Produksi pangan yang menurun selanjutnya akan berimbas pada harga pangan yang semakin mahal. Peningkatan jumlah penduduk setiap tahun yang tidak diimbangi dengan ketersediaan bahan pangan juga turut berpengaruh terhadap harga jual bahan-bahan pangan di pasaran. Jika kondisi ini terus berlangsung, bahan-bahan pangan di pasaran akan semakin sulit dijumpai dan jika pun ada pasti dijual dengan harga lebih mahal.

4. Buruh tani kehilangan pekerjaan

Dampak lain yang perlu menjadi perhatian adalah banyak buruh tani yang kehilangan sumber mata pencahariannya. Jika lahan pertanian yang mereka gunakan untuk bekerja telah berubah menjadi bangunan, artinya tenaga mereka sudah tidak dibutuhkan lagi. Hal ini berarti bahwa tidak ada lagi pekerjaan yang bisa mereka lakukan untuk mendapatkan upah. 

5. Keseimbangan ekosistem terancam

Alih fungsi lahan pertanian juga mengancam keseimbangan ekosistem. Jika sawah yang awalnya merupakan ekosistem alami bagi beberapa binatang tidak ada, maka binatang-binatang tersebut akan kehilangan tempat tinggal. Akibatnya, sering ditemukan binatang yang datang bahkan mengganggu pemukiman.

6. Angka urbanisasi meningkat

Secara umum, lahan pertanian berada di wilayah pedesaan. Jika terjadi alih fungsi lahan pertanian yang membuat lapangan pekerjaan hilang, maka angka urbanisasi ke kota akan meningkat. Namun sayangnya, tidak semua orang beruntung mendapatkan pekerjaan di kota, sehingga urbanisasi yang semakin meningkat justru akan meningkatkan angka pengangguran.

Itulah beberapa dampak alih fungsi lahan pertanian yang perlu kamu tahu. Baca juga Digitalisasi Pertanian di Indonesia Membuahkan Hasil di website Gokomodo untuk menambah wawasanmu mengenai pentingnya pertanian di masa kini hingga masa mendatang, yuk!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin