Diterbitkan 10 Nov 2023

Apa Saja Limbah Pertanian Yang Perlu Kamu Ketahui

Agri Edu
Limbah pertanian

Sektor pertanian merupakan salah satu mata pencaharian utama bagi penduduk Indonesia mengingat negara ini disebut sebagai negara agraris. Dominasi sektor ini membuatnya memiliki limbah yang cukup banyak dan terkadang memberikan dampak tertentu bagi lingkungan.

Pada pengertiannya, limbah pertanian merupakan sisa buangan dari bagian yang tidak lagi dibutuhkan dari kegiatan pertanian. Tidak semua limbah mendatangkan dampak yang buruk karena dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai keperluan.

Jenis-jenis limbah pertanian juga cukup beragam dan dapat dikelompokkan berdasarkan sumber dan wujudnya. Contoh dan jenis limbah pertanian yang umum ditemukan di Indonesia dapat kamu simak dalam ulasan berikut.

Jenis-jenis dan Contoh Limbah Pertanian Berdasarkan Sumbernya

1. Limbah dari Tanaman Pangan

Limbah dari tanaman pangan memang bisa dibilang menduduki peringkat tertinggi mengingat tingginya kebutuhan masyarakat. Hasil limbah ini bersumber dari hasil pengolahan tanaman untuk menjadi pangan seperti padi, jagung, ketela, dan kacang-kacangan.

Namun jangan khawatir, karena biasanya limbah jenis ini seringkali dimanfaatkan untuk bahan baku pupuk organik. Selain itu, limbah dari kulit jagung juga dapat dijadikan sebagai pembungkus jajanan tradisional seperti dodol.

2. Limbah dari Tanaman Hortikultura

Beberapa tanaman yang masuk dalam jenis hortikultura adalah buah-buahan dan sayur-sayuran dengan limbah yang fluktuatif. Tidak menentunya limbah yang dihasilkan dari tanaman hortikultura ini karena ditentukan oleh kualitas buah atau sayurnya.

Hasil tanam yang telah dipanen terkadang tidak dapat lolos quality control sehingga dikategorikan sebagai limbah. Misalnya hasil pengelolaan bawang, kentang, cabai, kubis, jeruk, pepaya, dan masih banyak lagi.

Limbah dari hasil pertanian tanaman hortikultura ini biasanya digunakan untuk memberi pakan pada ternak atau pembuatan pupuk. Namun ketika digunakan untuk pakan, sebaiknya dilihat kembali apakah jenis dan kondisi limbah masih layak untuk ternak atau tidak.

3. Limbah dari Perkebunan

Limbah dari perkebunan juga cukup tinggi, yakni berasal dari pengolahan kelapa sawit, tebu, kopi, cengkeh, teh, jambu mete, dan lainnya. Menariknya, limbah kelapa sawit yang berada di daerah dengan kelompok tani kreatif biasanya akan diolah kembali – Sempat Terbengkalai, Kini Limbah Kelapa Sawit Dijadikan Bahan Baku Industri Fashion.

Umumnya mereka akan menggunakan limbah ini sebagai bahan untuk membuat kerajinan tangan seperti gayung dan keset. Sedangkan limbah dari jenis tanaman perkebunan lainnya pada umumnya berakhir sebagai bahan pembuatan pupuk organik.

Jenis-jenis dan Contoh Limbah Pertanian Berdasarkan Wujudnya

1. Limbah Padat

Limbah wujud padat memang menjadi limbah paling banyak dijumpai dalam sektor pertanian terutama saat panen. Apalagi wujudnya yang padat ini sangat terlihat ketika sudah bertumpuk seperti jerami padi, tempurung kelapa, dan lainnya. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan limbah-limbah tersebut untuk pupuk atau pakan ternak dan jangan dibakar begitu saja.

Sumber: IStock

2. Limbah Cair

Limbah cair pada umumnya dihasilkan selama kegiatan pembersihan dan pemupukan lahan pertanian dimana pupuk cair akan hanyut. Jenis limbah ini dapat membuat beberapa mikroorganisme jadi membiak lebih cepat karena kandungan nutrien terlarut.

3. Limbah Gas

Pada umumnya limbah gas dihasilkan petani saat mengolah hasil pertanian berupa uap dari proses pengeringan bahan pertanian. Untuk mengatasi limbah ini, petani sebaiknya menggunakan filter cerobong gas tertentu agar mengurangi dampak limbah gas yang dihasilkan.

Sekian penjelasan mengenai jenis-jenis dan contoh limbah yang umum dihasilkan oleh sektor pertanian. Timbulnya limbah pertanian diharapkan petani dapat bersikap bijak agar dapat meminimalisir dampak yang mungkin timbul. Kunjungi website Gokomodo untuk informasi menarik lainnya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin