Agri Edu

Emangnya Perlu Pengurangan Pupuk Kimia? Coba Deh Cari Jawabannya di Artikel Ini!

Diterbitkan 9 Jun 2025, 15:55
Pengurangan Pupuk Kimia

Pemberian pupuk menjadi salah satu aktivitas wajib dalam kegiatan produksi pangan. Ada dua jenis pupuk yang bisa digunakan oleh petani, yaitu pupuk kimia dan pupuk organik. Kedua pupuk tersebut disarankan untuk digunakan secara bergantian untuk menjaga struktur tanah sekaligus menyediakan unsur hara dalam tanah dalam jangka waktu yang lama. 

Ternyata, petani lebih suka menggunakan pupuk kimia dibandingkan pupuk organik. Penggunaan pupuk kimia oleh petani berdasarkan kemampuannya menyediakan unsur hara dalam jangka waktu yang lebih lama dan kandungan yang terukur. Namun, apakah penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang dianjurkan atau sebaiknya dikurangi? Yuk, simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini. 

Sumber: EOS Data Analyrtics

Penggunaan Pupuk Kimia Saat Ini

Penggunaan pupuk kimia memang sudah lazim untuk budidaya semua jenis tanaman. Pupuk kimia dibuat dengan proses rekayasa secara kimawi, fisik, dan/atau biologis melalui proses produksi pembuatan pupuk dalam suatu industri. Produksi pupuk kimia merupakan rantai yang panjang, mengikuti perhitungankandungan unsur hara didalamnya. Inilah mengapa pupuk kimia banyak digunakan karena kandungan unsur haranya dikenal seimbang dan terukur. Biasanya pupuk kimia yang sering digunakan petani yaitu pupuk NPK, pupuk KCL, pupuk TSP, dan masih banyak lagi. Pupuk kimia banyak digunakan dengan alasan:

  1. Membantu menyediakan nutrisi tanaman dengan cepat dan presisi, karena kandungan unsur hara dalam pupuk kimia sudah tertakar dengan benar. 
  2. Meningkatkan produktivitas lahan karena unsur hara yang cepat terserap membuat tanaman juga tumbuh dengan optimal dan lebih cepat bekerja dibandingkan pupuk organik. 
  3. Tersedia nutrisi lengkap tanaman, terutama unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman, seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan masih banyak lagi. 

Penggunaan pupuk kimia memang dibenarkan untuk jangka waktu yang singkat, mengingat dampak yang bisa dirasakan dari pupuk kimia pada tanaman tergolong cepat. Lalu, apakah perlu mengurangi penggunaan pupuk kimia untuk jangka waktu yang lebih lama?

Perlunya Pengurangan Pupuk Kimia

Semua hal yang digunakan untuk memproduksi bahan pangan tentu memiliki dampak langsung pada lingkungan, termasuk penggunaan pupuk kimia. Sebenarnya pupuk kimia boleh digunakan dalam jumlah tertentu atau diseling dengan penggunaan pupuk organik. Sebenarnya, apa sih perlunya pengurangan pupuk kimia?

  1. Mengurangi penggunaan pupuk kimia sama dengan mengurangi residu bahan kimia yang terkandung didalamnya.
  2. Terlalu sering menggunakan pupuk kimia mengakibatkan rusaknya struktur tanah dan mengurangi kualitasnya. 
  3. Pupuk kimia mengancam pertanian berkelanjutan dan menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup serius.
  4. Pupuk kimia mampu menurunkan tingkat akivitas mikroorganisme yang ada dalam tanah, sehingga membuat struktur tanah juga berubah.

Nah, dibalik kemudahan yang diberikan pupuk kimia, ternyata juga tersimpan beberapa hal  yang merugikan tanaman dan lingkungan. Nah, penting untuk perlahan-lahan mengurangi penggunaan pupuk kimia untuk menjaga lingkungan serta menghasilkan bahan pangan yang berkualitas. Selain itu, mengurangi pupuk kimia juga membantu terwujudnya pertanian berkelanjutan – Pertanian Berkelanjutan: Pengertian, Indikator, dan Jenisnya

Upaya Pengurangan Pupuk Kimia

Karena dinilai perlu dikurangi penggunaannya, maka harus ada substitusi pupuk yang bisa digunakan oleh petani. Salah satu upaya yang paling penting untuk dilakukan adalah mengganti pupuk kimia dengan pupuk organik. Selain kedua cara tersebut, ada beberapa cara lainnya yang bisa dilakukan sebagai bentuk pengurangan pupuk kimia. Penasaran apa?

Menerapkan sistem pertanian terpadu

Ada yang sudah familiar dengan sistem pertanian terpadu? Sistem pertanian terpadu (Integrated Farming System) merupakan upaya mengintegrasikan berbagai jenis usaha pertanian dalam satu kesatuan yang mendukung satu sama lain. Dalam prakteknya, sistem pertanian terpadu juga tidak bisa lepas dari peranan teknologi sebagai alat efisiensi, hasil melimpah, serta kesejahteraan para petani. 

Melakukan analisa tanah

Analisa tanah dilakukan untuk mengetahui kondisi tanah secara realtime yang dibantu dengan teknologi IoT bidang pertanian, akan membantu mengetahui status gizi tanaman dan unsur hara apa yang harus dipenuhi. Bisa jadi hasil analisa tanah menunjukkan tanaman memerlukan lebih banyak bahan organik untuk tumbuh dengan optimal. Untuk itu, penggunaan pupuk kimia mulai dibatasi. 

Pemberian penyuluhan kepada petani

Mengurangi pupuk kimia baiknya dimulai dari petani sebagai pengguna utama dan mulai menekankan pentingnya menggunakan pupuk organik demi keberlanjutan pertanian dan lingkuungan. Untuk itu, dengan adanya penyuluhan, petani akan mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai pentingnya menbgurangi penggunaan pupuk kimia. 

Sudah paham kan kenapa perlu dilakukan pengurangan pupuk kimia? Untuk menggantikan pupuk kimia, banyak jenis pupuk organik yang bisa diberikan pada tanaman bahkan bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas panen. Yang terpenting, dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia sama halnya menjaga lingkungan tetap lestari. Pengen kurangi penggunaan pupuk kimia dengan menggunakan pupuk organik? Coba deh cek ke GokoMart terdekat, yang pasti ada banyak pupuk organik yang bisa kamu beli dan tentunya berkualitas! Yuk, pelajari lebih dalam tentang pupuk kimia dan pupuk organik dengan baca artikel di blog Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin