Diterbitkan 14 Dec 2023

Inilah Cara Efektif dalam Pengendalian Hama Walang Sangit

Tips / Tutorial
pengendalian hama walang sangit

Tanaman padi memilki banyak sekali hama yang menyerang, salah satunya adalah walang sangit. Walang sangit merupakan hama yang menyerang bulir padi. Biasanya serangan walang sangit terjadi ketika bulir padi memasuki fase bunga hingga matang susu. Dinamakan walang sangit karena jika terancam, walang sangit akan mengeluarkan aroma sangit atau aroma tidak sedap. Jika dibiarkan, walang sangit mampu menyebabkan kerugian panen hingga 30%. Prosentase kerugian dapat meningkat apabila padi ditanam pada waktu yang berbeda, sehingga panen yang dilakukan terakhir akan banyak terserang oleh walang sangit.

Deteksi dan Gejala Serangan Walang Sangit

Walang sangit yang memasuki fase nimfa dan dewasa dapat merusak bulir padi dengan cara menyedot isinya saat bulir padi masih lunak atau fase berbunga hingga masak susu. Walang sangit melepaskan mikroorganisme yang mampu merusak benih dengan cara membuatnya kering dan berubah warna. Hama walang sangit akan menyerang secara invasif saat musim hujan dimulai. 

Sumber: Plantixx

Walang sangit menyukai daerah rerumputan, aktif pada pagi dan sore hari. Untuk mendeteksi adanya serangan walang sangit, perlu mengecek bagian biji yang kecil dan layu dan bagian pelepah daun. Walang sangit meletakkan telur di sepanjang pelepah daun. Selain melihat keadaan tanaman, bau walang sangit juga dapat menandakan dimana walang sangit menyerang. Meskipun sudah panen, tetap pantau hasil panen setiap pagi dan sore hari. Apabila ditemukan lebih dari 10 walang sangit pada 20 petak sawah, segera semprotkan insektisida.

Pengendalian Hama Walang Sangit

Populasi walang sangit dapat dikendalikan dengan pelaksanaan pengendalian hama terpadu (PHT) sehingga tidak merugikan hasil panen. Berikut cara PHT walang sangit yang tepat

PHT dengan sanitasi lingkungan

Membersihkan area persawahan termasuk cara pengendalian hama terpadu dan terbuktu menekan angka walang sangit yang menyerang. Walang sangit menyukai gulma rerumputan sebagai habitatnya. Sanitasi gulma sebaiknya dilakukan sebelum penanaman hingga masa panen dilakukan. Sebaiknya sanitasi gulma dilakukan secara teratur sehingga tidak ada walang sangit yang menyerang di sekitar tanaman padi. 

PHT dengan kultur teknis

Pengendalian hama walang sangit dengan kultur teknis yaitu melakukan penanaman padi secara serempak dalam satu hamparan lahan yang luas. Selain itu, pemupukan juga dilakukan secara merata supaya tanaman padi tumbuh seragam – Ini Dia Cara Aplikasi Pupuk Padi yang Tepat! Selisih waktu tanam dalam satu hamparan sawah tidak boleh lebih dari 2,5 bulan, Jadi, semakin pendek jarak tanam, semakin baik untuk mencegah hadirnya walang sangit.

PHT secara biologis

Hama walang sangit dapat dikendalikan secara biologi. Agen hayati yang digunakan untuk mengendalikan hama walang sangit yaitu jamur Beauviria bassiana dan Metharizum sp. Jamur tersebut menyerang kulit walang sangit hingga membentuk infeksi lapisan putih hingga menyebabkan kematian.

PHT dengan menggunakan perangkap

Perangkap walang sangit biasanya berbau busuk. Bau busuk inilah yang menjadi daya tarik untuk walang sangit. Bau busuk bisa didapatkan dari bangkai kepiting, keong mas, rajungan, ikan, kotoran ayam, maupun daging busuk. Bangkai tersebut diletakkan pada tinggak kayu di tepi sawah. Walang sangit akan menghampiri bau tersebut. Jika sudah terkumpul, walang sangit bisa dimusnahkan. Pemasangan perangkap sebaiknya dilakukan saat memasuki fase berbunga hingga masak susu.

PHT menggunakan bahan kimia

Pengendalian hama walang sangit bisa dilakukan dengan cairan kimiawi berupa insektisida. Pengendalian dengan insektisida dapat dilakukan hanya jika populasi hama walang sangit mencapai 10 ekor pada satu hamparan sawah atau 6 ekor per meter persegi. Agar efektif, penyemprotan dilakukan saat populasi banyak yaitu pada fase berbunga hingga masak susu serta disemprotkan pagi dan sore hari. Bahan aktif insektisida yang ampuh untuk mengendalikan hama walang sangit yaitu fipronil, MIPC, BPMC, propoksur, atau metolkarb. Insektisida yag digunakan sebaiknya tidak dalam sediaan granul seperti karbofuran karena berbahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup di sekitarnya, termasuk manusia. 

Sudah tahu kan sekarang cara pengendalian hama walang sangit? Tidak perlu risau untuk mengendalikan hama karena Gokomodo menyediakan artikelnya. Tunggu apalagi, segera cek website Gokomodo untuk baca artikel pengendalian hama, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin