Diterbitkan 29 Mar 2024

Inilah Tahapan Mudah Panen Pasca Panen Tanaman Jagung. Catat Rinciannya!

Tips / Tutorial

Jagung menjadi salah satu komoditas yang memiliki pangsa pasar luas karena sangat dibutuhkan masyarakat. Guna mencukupi kebutuhan tersebut, produksi jagung harus diawasi dengan baik, terutama pada saat pemanenan dan penanganan pasca panen.

Penasaran bagaimana proses panen hingga penanganan pasca panen jagung yang tepat, simak penjelasan pada artikel berikut ini!

Sumber: iStock

Cara Panen Jagung

Proses panen dilakukan dengan memetik jagung yang telah memasuki tingkat kematangan tepat atau matang optimal. Adapun ciri-ciri jagung siap panen, antara lain kelobot berwarna kuning, serta biji sudah keras dan berwarna mengkilap. Selain itu, jika biji ditekan dengan ibu jari, tidak ditemukan lagi bekas tekanan pada biji tersebut.

Cara untuk menentukan tingkat kematangan jagung yang lainnya juga bisa dilihat dari terbentuknya lapisan berwarna hitam pada butiran (black layer tissue formation). Lapisan tersebut umumnya terbentuk kurang lebih dalam tiga hari, yakni bersamaan dengan tercapainya berat kering maksimum butiran.  

Setelah tanaman jagung dipetik, selanjutnya adalah penanganan pasca panen jagung. Ini merupakan kegiatan penanganan produk tanaman jagung, yang dimulai sejak tahap pemanenan hingga sampai di tangan konsumen. Dilihat dari rentang kegiatannya, berikut adalah beberapa proses penanganan pasca panen jagung.

Pasca Panen – Pengupasan

Tahap pertama yaitu pengupasan jagung, yang dapat dilakukan saat jagung masih menempel pada batang atau setelah proses pemetikan selesai. Pengupasan ini dilakukan untuk menjaga kadar air dalam tongkol agar menurun dan mencegah kelembapan di sekitar biji agar tidak menumbuhkan cendawan. Pengupasan juga akan mempermudah dan memperingan proses pengangkutan saat pengeringan.

Pasca Panen – Pengeringan

Berikutnya adalah pengeringan, yang dapat dilakukan secara alami maupun buatan. Jika dilakukan secara tradisional, kamu bisa menjemur jagung di bawah sinar matahari hingga kadar airnya berkisar 9–11%. Cara manual ini biasanya dilakukan dilantai dengan alas anyaman bambu ataupun dengan cara diikat dan digantung selama kurang lebih 7–8 hari. 

Sementara itu, pengeringan secara buatan dapat dilakukan dengan menggunakan mesin pengering. Cara ini bukan hanya dapat menghemat tenaga manusia, melainkan juga bisa sangat berguna ketika musim hujan tiba. Pada prinsipnya, pengeringan buatan akan mengurangi kadar air di dalam biji dengan panas sekitar 38–43 °C hingga kadar air turun menjadi 12–13%.   

Pasca Panen – Pemipilan

Jika dua tahap sebelumnya telah selesai dilakukan, jagung dapat mulai dipipil menggunakan tangan atau alat pemipil. Proses pemipilan jagung merupakan proses pemisahan biji dari bonggol atau tempat perlekatan untuk diolah lebih lanjut. 

Pasca Panen – Penyortiran  

Tahap berikutnya adalah menyortir biji jagung agar memiliki kualitas yang baik. Biji jagung harus dipisahkan dari kotoran, seperti sisa-sisa bonggol, biji pecah, biji hampa, serta kotoran lain yang ikut selama tahap pemetikan atau pada saat pengumpulan. 

Penyortiran ini sangat penting untuk menghindari serangan jamur dan hama selama masa penyimpanan. Selain itu, tahap ini juga akan memperbaiki peredaran udara pada biji-biji yang akan digunakan sebagai benih, terutama jika ditanam menggunakan mesin penanam otomatis. 

Pasca Panen – Penyimpanan

Penanganan pasca panen jagung yang terakhir adalah penyimpanan. Biasanya jagung akan dikemas dalam karung atau plastik sebelum disimpan di gudang. Selanjutnya, jagung akan diangkut ke tempat pemasaran atau pengolahan untuk diolah menjadi berbagai macam produk.

Itu dia proses panen dan penanganan pasca panen jagung yang perlu kamu tahu. Informasi seputar jagung lainnya, seperti Begini Kandungan Nutrisi Jagung dan Manfaatnya bisa kamu baca di website Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin