Kamu Suka Terong? Nih, Cobain Cara Menanam Terong Anti Ribet!

Siapa yang tidak suka terong? Di Indonesia, terong bisa diolah menjadi berbagai macam hidangan, seperti lodeh terong, terong balado, terong crispy, dan masih banyak lagi. Kalau enak diolah menjadi masakan, tentu lebih mudah kalau menanam terong sendiri di rumah dong? Nah, kebetulan nih Gokomodo akan mengulas tentang cara menanam terong yang pasti bisa dilakukan di pekarangan rumah atau di lahan kosong dekat rumah. Yuk, simak sampai selesai, ya!

Syarat Tumbuh Terong
Sebelum memulai menanam terong, seperti biasa kita perlu tahu dulu syarat tumbuh terong supaya tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen berkualitas. Sebaiknya, hal-hal berikut ini diperhatikan sebelum memulai menanam terong.
Lokasi
Terong dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 mdpl, yang berarti terong bisa tahan di suhu yang tinggi. Di dataran rendah juga lebih sering terkena sinar matahari, sehingga pertumbuhannya optimal. Ternyata terong yang tumbuh di dataran rendah dengan suhu yang relatif tinggi, bisa mempercepat pembungaan terong, lho.
Media tanam
Media tanam terbaik untuk menanam terong yaitu tanah. Tanah yang ideal untuk ditanami terong yaitu tanah yang subur, gembur, bertekstur lempung berpasir, dengan pH 5.0-6.0. Pastikan tanah cukup gembur dan memiliki aerasi serta drainase yang baik agar akar tetap dalam keadaan sehat.
Dari syarat tumbuh terong tersebut, bisa disimpulkan memang terong tidak memerlukan perwatan khusus dan bahkan bisa dibudidayakan di rumah. Setelah mengetahui syarat tumbuhnya terong, sekarang kita akan membahas bagaimana cara menanam terong dengan mudah.
Cara Menanam Terong dengan Mudah
Nah, setelah membaca syarat tumbuh terong pada pembahasan sebelumnya, tentu kamu sudah mendapatkan gambaran tempat menanam terong. Jika sudah ada tempat untuk menanam terong, yuk lakukan cara menanam terong dengan mudah berikut ini!
Persiapan media tanam
Pada syarat tumbuh, terong bisa tumbuh dengan baik di tanah yang bertekstur lempung berpasir dan dengan pH netral. Jika tidak ada tanah bertekstur lempung berpasir, terong bisa juga ditanam di tanah liat maupun tanah berpasir saja. Pastikan media tanamnya memiliki aerasi dan drainase yang baik untuk mencegah akar tanaman terong membusuk. Boleh juga menambahkan pupuk kompos atau pupuk organik untuk menjaga struktur tanah sekaligus meningkatkan kualitas tanah.
Semai biji
Setelah media tanam sudah siap dan gembur, barulah biji terong bisa mulai di tanam dengan kedalaman 0,5 -1 cm di bawah permukaan tanah. Setelah 6 minggu setelah tanam, barulah tanaman terong bisa dipindahkan ke tempat yang lebih besar atau dipindahkan ke lahan. Apabila dipindahkan ke pot yang lebih besar, pastikan memiliki lubang drainase yang baik, ya.
Perawatan tanaman terong
Perawatan yang dilakukan saat budidaya terong seperti membersihkan gulma atau biasa disebut dengan sanitasi. Gulma yang dibiarkan tumbuh liar akan menyebabkan kompetisi nutrisi dengan tanaman terong yang bisa membuat terong kekurangan nutrisi dikemudian hari.
Selain sanitasi lahan, perawatan yang perlu diperhatikan yaitu penyiraman. Karena tanaman terong bisa tahan di suhu tinggi, maka tidak perlu sering-sering disiram. Meskipun demikian, menyirami tanaman terong secara rutin minimal 1x sehari bisa mencegah tanaman terong dari kekurangan air atau dehidrasi.
Perawatan terong paling penting diantara perawatan lainnya yaitu pemberian pupuk. Sebelumnya pupuk kompos maupun pupuk organik diberikan sebelum tanam sebagai pupuk dasar. Setelah itu, tanaman terong bisa mulai diberikan pupuk NPK dengan rasio seimbang, seperti NPK 15-15-15. Jika sudah memasuki fase pembentukan bunga dan buah, kurangi rasio pupuk nitrogen dan tambah fosfat dan kalium untuk menghasilkan terong berkualitas. Boleh juga lho kalau mau ditambah dengan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh). Ingin tau lebih banyak tentang pemupukan terong? Cek ini aja yuk Tak Perlu Bingung Beri Pupuk Terong. Ikuti Langkah Ini, Dijamin Mudah dan Berhasil!
Pengendalian hama dan penyakit
Keberadaan hama dan penyakit memang tidak diinginkan karena bisa mempengaruhi hasil panen kemudian hari. Untuk itu, diperlukanpencegahan dan pengendalian hama dan penyakit segera setelah hama ditemukan. Hama yang biasanya menyerang terong yaitu hama wereng dan tikus, sementara penyakit yang sering menyerang yaitu tinea dan penyakit layu, Pengendalian hama terpadu secara fisik maupun biologi lebih dianjurkan karena menjaga ekosistem disekitar tempat budidaya terong teteap sehat. Apabila hama dan penyakit tumbuh tanpa kendali, bisa juga menggunakan bahan kimia.
Panen
Kapan sih terong bisa dipanen? Idealnya terong bisa dipanen ketika usianya sudah 80-100 hari setelah tanam, dengan tanda buahnya sudah besar dan warnanya berubah menjadi lebih tua, misalnya pada terong ungu akan berubah menjadi ungu tua atau hitam. Gunakan alat yang tajam seperti gunting atau pisau untuk memotong pangkal terong yang akan dipanen.
Jadi, tidak susah kan cara menanam terong oleh Gokomodo? Kalau kamu memerlukan peralatan untuk budidaya tanaman, kamu bisa beli di Gokomart terdekat, ya. Di GokoMart kamu bisa membeli alat pertanian sekaligus pupuk berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau. Temukan cara budidaya tanaman lainnya hanya di blog Gokomodo, ya!



