Diterbitkan 18 Dec 2023

Ketahui 3 Jenis Jamur yang Paling Sering Menyerang Kelapa Sawit

Agri Edu
serangan jamur kelapa sawit

Kelapa sawit sebagai tanaman yang digadang-gadang produktivitasnya hingga 25 tahun, ternyata memilki sejuta musuh. Setidaknya, perlu untuk Mengenal 7 Jenis Hama Kelapa Sawit dan Cara Pengendaliannya. Selain hama, ada juga makhluk hidup lainnya yang mampu menumbangkan pohon kelapa sawit. Apakah jenis makhluk hidup tersebut? Yuk, kita bahas lebih lengkap!

Serangan Jamur Ganoderma

Sumber: Gapki

Ganoderma merupakan jamur yang terkenal merugikan petani kelapa sawit karena menyebabkan penyakit busuk batang kelapa sawit. Ganoderma dapat menyebar ke seluruh perkebunan sawit melalui spora dan kontak akar. Serangan ganoderma dapat ditandai dengan:

  • Terdapat lebih dari tiga maupun lebih daun tombak tidak membuka saat tidak kekurangan air.
  • Untuk serangan yang lebih parah, daun tombak yang  tidak membuka juga diikuti oleh pelepah bagian bawah yang ikut layu.
  • Jika sudah layu, biasanya ditemukan tubuh jamur ganoderma. Jika tidak segera ditangani, jamur ganoderma dapat menumbangkan pohon kelapa sawit.

Serangan jamur ganoderma dapat ditangani dengan tiga cara yaitu kultur teknis, secara kimiawi, dan pengendalian hayati. Secara kultur teknis, pengendalian jamur ganoderma dilakukan dengan menimbun pangkal batang, pembuatan parit di sekitar tanaman yang sudah terinfeksi, mengumpulkan dan membakar tubuh buah yang sudah terinfeksi, pembongkaran tanaman sisa, dan penanaman tanaman baru dengan menggunakan bibit yang telah diberikan mikoriza serta jamur Trichoderma.

Pengendalian jamur ganoderma juga dapat dilakukan secara kimiawi yang meliputi penggunaan fungisida kimia dan memberikan racun pada tunggul untuk mempercepat pembusukan. Bahan kimia yang digunakan yaitu urea dan asam sulfat.

Pengendalian jamur ganoderma secara hayati dapat dilakukan dengan memberikan jamur Trichoderma, Penicillium sp., dan Gliocladium sp. Pemanfaatan jamur tersebut mencegah infeksi jamur ganoderma pada kelapa sawit.

Serangan Jamur Rhizoctonia lamellifera

Sumber: Sawit Kita

Jamur Rhizoctonia lamellifera merupakan jamur yang menyerang sistem perakaran pohon kelapa sawit sehingga menyebabkan penyakit busuk akar kelapa sawit. Akar yang sudah mengakibatkan fungsi penyerapan unsur hara dan air terhenti, sehingga pohon kelapa sawit lebih mudah mati. Gejala serangan Rhizoctonia lamellifera yaitu pertumbuhan tanaman yang tidak normal (bisa jadi kerdil), tanaman menjadi lemah, dan terjadinya nekrosis dari warna hijau menjadi kuning. Parahnya lagi, jamur ini menyerang kelapa sawit dari fase pembibitan, tanaman muda, hingga menjadi tanaman dewasa.

Untuk mencegah persebaran jamur Rhizoctonia lamellifera, maka diperlukan pengendalian terpadu seperti menggunakan media semai yang sehat, melakukan penyemaian dengan baik, memberikan naungan pada bibit saat musim kemarau, melakukan penyiraman yang cukup, serta mengaplikasikan fungisida

Serangan Jamur Fusarium

Sumber: Future Tree Health

Jamur Fusarium oxysporium, atau yang biasa disebut dengan jamur fusarium, merupakan jamur yang menyebabkan penyakit layu pada pembuluh daun. Jamur ini menyerang sejak tanaman masih berusia muda. Gejala serangan jamur yang dapat diamati yaitu:

  • Perubahan warna daun tanaman muda menjadi kuning kecoklatan yang menyebar pada daun lainnya.
  • Gejala akut apabila daun bagian bawah mengering dan pelepah daun yang patah pada bagian tengah atau pada sepertiga bagian batang.
  • Pertumbuhan daun muda sangat lambat dan berwarna kekuningan.
  • Pada gejala kronis, daun bagian bawah mengering dan patah hingga menyisakan beberapa pucuk daun yang tidak membuka. 
  • Jika pohon kelapa sawit dibelah, maka terlihat bercak coklat kehitaman karena pembuluh xilem yang tersumbat.

Jamur fusarium dapat dicegah dan dikendalikan dengan cara kultur teknis maupun secara kimiawi. Secara kultur teknis, penyakit ini dapat dicegah dengan cara inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda, sehingga mengurangi kemungkinan bibit terserang jamur ini saat disemai. Sedangkan pengendalian jamur fusarium dengan cara kimiawi menggunakan fungisida dengan bahan aktif difenokonazol dan azoksistrobin.

Itulah beberapa jenis jamur yang terkenal merugikan para petani dan pengusaha sektor kelapa sawit. Bingung mengendalikan jamur pada perkebunan kelapa sawit yang sangat luas? Tenang saja, Gokomodo punya solusinya! Jangan lupa untuk kunjungi website Gokomodo untuk menemukan solusi permasalahan agrikultur, baik itu untuk perusahaan maupun perorangan!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin