Agri Edu

Kupas Tuntas Pengertian Pupuk Hayati Cair Beserta Kandungan di Dalamnya

Diterbitkan 9 Feb 2026, 23:18
Pupuk Hayati Cair

Banyak orang mengenal pupuk hayati sebagai bagian dari pupuk organik. Persepsi ini cukup umum terjadi karena keduanya sama-sama berkaitan dengan unsur alami. Sayangnya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat dan rentan menimbulkan kekeliruan saat penggunaan di lapangan. Pemahaman yang kurang akurat berpotensi mempengaruhi hasil pertumbuhan tanaman. Tidak perlu risau lagi tentang pupuk hayati cair dan pupuk organik cair, kali ini Gokomodo akan membahas secara lebih jelas mengenai apa itu pupuk hayati cair serta kandungan utama yang menyusunnya.

Sumber: EqualStock IN on Pexels

Pupuk Hayati Cair Samakah dengan Pupuk Organik Cair?

Pasti banyak yang mengira pupuk hayati sama halnya dengan pupuk organik. Apakah sebenarnya sama?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebaiknya mengetahui pengertian masing-masing dari jenis pupuk tersebut. Pupuk hayati merupakan pupuk yang mengandung mikroorganisme yang berperan dalam pertumbuhan tanaman. Masing-masing mikroorganisme memiliki perannya tersendiri, misalnya mikroorganisme penambat nitrogen, pendorong pertumbuhan dan pengendali penyakit, peluruh fosfat, pengurai bahan organik, dan pendorong pertumbuhan dan pengendali penyakit. Sama halnya dengan kebanyakan pupuk, pupuk hayati bisa diaplikasikan di semua bagian tanaman. 

Sedangkan pupuk organik merupakan pupuk yang terbuat dari bahan pelapukan sisa makhluk hidup, limbah organik, sampah organik, dan kotoran hewan yang melalui proses fermentasi terlebih dahulu.

Ternyata, pupuk hayati dan pupuk organik terbuat dari bahan penyusun yang berbeda pula. Selain bahan penyusunnya, perbedaan pupuk hayati dan pupuk organik cair terdapat pada:

  1. Fungsi utama

Pupuk hayati cair berfungsi sebagai agen biologis yang memperoleh nutrisi dari udara dan melarutkan fosfat dan kalium yang ada di dalam tanah. Sedangkan pupuk organik cair menyediakan nutrisi makro/mikro organik sekaligus memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur dan memiliki aerasi yang baik. 

  1. Cara kerja

Pupuk hayati cair tersusun dari mikroorganisme yang berfungsi untuk mengaktifkan unsur yang ada pada tanah, membantu penyerapan unsur hara, dan mengurangi kemungkinan terkena penyakit pada tanaman. Di sisi lain, pupuk organik cair melepaskan nutrisi secara perlahan pada tanah, sehingga unsur hara tetap tersedia di dalam tanah dalam jangka waktu yang lama dan menyediakan C-organik.

  1. Kecepatan hasil

Keduanya memang memanfaatkan bahan organik untuk tanaman. Namun, perlu diketahui hasil pemberian pupuk hayati cair dan pupuk organik cair  tentu sudah berbeda. Pupuk hayati biasanya terlihat hasilnya setelah 7-14 hari pemberian, sedangkan pupuk organik terlihat 2-4 minggu setelah pemberian. 

  1. Masa penyimpanan

Berbeda bahan penyusun, berbeda pula cara dan masa simpannya. Pupuk hayati memerlukan kondisi khusus saat menyimpan agar mikroba tidak mati. Berbeda dengan  pupuk organik yang cenderung lebih stabil dan tahan lama saat disimpan. 

Lalu, Apa Saja Manfaat Pupuk Hayati?

Penjelasan sebelumnya sudah menjelaskan sedikit tentang pupuk hayati cair dan ternyata berbeda dengan pupuk organik. Nah, saatnya kita mendalami lebih lanjut fungsi pupuk hayati cair. 

Membantu tanaman menyerap nitrogen yang ada di udara

Jumlah nitrogen bebas diudara lebih banyak dibandingkan di dalam tanah. Pupuk hayati ada yang mengandung mikroorganisme khusus menyerap nitrogen yang ada di udara, sehingga penyerapan nitrogen pada tanaman lebih maksimal. 

Zat pengatur tumbuh

Biasanya zat pengatur tumbuh dibuat dari hormon sintesis tanaman. Ternyata, selain hormon, mikroorganisme penyusun pupuk hayati cair juga bisa dimanfaatkan sebagai zat pengatur tumbuh. Beberapa mikroorganisme pada pupuk hayati cair juga bisa merangsang keluarnya beberapa hormon pertumbuhan tanaman. 

Menambah daya tahan tanaman

Dalam masa pertumbuhannya, tanaman akan dihadapkan dengan berbagai kondisi lingkungan yang berubah-ubah. Sama seperti manusia yang bisa sakit apabila cuaca tidak menentu, hal yang sama juga bisa terjadi pada tanaman. Untuk itu, adanya pupuk hayati cair membantu tanaman memperbaiki daya tahan tubuh, sehingga bisa tahan disegala cuaca dan kondisi, serta mengurangi kemungkinan terjangkit penyakit. 

Ramah lingkungan dan ramah dompet

Jika dilihat dari hasilnya, pemberian memang tidak langsung terlihat cepat. Hal ini dikarenakan pupuk hayati cair juga membenahi tanah sekaligus unsur pembentuk tanah, sehingga memerlukan waktu yang lebih lama. Selain itu, penggunaan pupuk hayati cair ternyata bisa mengurangi ketergantungan pemakaian pupuk kimia sebanyak 50% lho.

Jenis Pupuk Hayati Cair yang Biasanya Ada di Indonesia

Sebenarnya, ada banyak jenis pupuk hayati tergantung dengan mikroorganisme penyusun pupuk tersebut. Namun, tahukah kamu ada dua jenis pupuk hayati berdasarkan dengan jumlah mikroorganisme penyusunya?

Nah, berdasarkan jumlah mikroorganisme penyusunnya, ada dua jenis pupuk hayati cair, yaitu pupuk hayati dengan mikroorganisme tunggal dan pupuk dengan mikroorganisme majemuk. Pupuk hayati dengan mikroorganisme tunggal hanya mengandung satu jenis mikroba saja, misalnya mengandung rhizobium sp. sebagai penambat nitrogen. Sedangkan pupuk dengan mikroorganisme majemuk biasanya mengandung minimal tiga jenis mikroorganisme. Lalu, jenis pupuk mana yang lebih sering ditemui di Indonesia?

Kedua jenis pupuk tersebut sangat mungkin ditemukan di Indonesia, namun pupuk hayati dengan mikroorganisme majemuk lebih sering ditemukan dan digunakan oleh para petani. Pupuk hayati dengan mikroorganisme tunggal biasanya dipakai di negara maju.

Agar pupuk hayati cair bekerja maksimal, pastikan tanah sudah dalam keadaan subur atau memiliki bahan organik yang memadai. Karena apabila diberikan pada tanah yang kurang bahan organiknya akan mematikan mikroorganisme yang ada pada pupuk atau membuat mikroorganismenya tidak berkembang baik di  tanah. Yuk, cari tahu lebih banyak tentang pupuk hayati cair dengan baca artikel Tingkatkan Produktivitas Pertanian dengan Mengandalkan Pupuk Hayati Cair dan artikel lainnya di blog Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin