Diterbitkan 27 May 2024

Kurang Mengenal Pupuk MOP? Coba Klik Untuk Baca Artikel Ini

Agri Edu
Pupuk MOP

Pupuk MOP atau Muriate of Potash adalah jenis pupuk yang mengandung unsur kalium dalam bentuk klorida (KCl). Kalium merupakan salah satu unsur hara penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pupuk MOP merupakan salah satu sumber kalium yang paling umum digunakan dalam pertanian. Secara sederhana, pupuk KCL adalah nama kimianya (Kalium Klorida), sedangkan MOP adalah penamaan dalam bahasa Inggris (Muriate of Potash). Jadi bisa disimpulkan kalau MOP maupun KCL adalah jenis yang sama. 

MOP mahkota termasuk pupuk dengan kandungan kalium (K2O) tertinggi, minimum 60% dalam setiap kilogramnya. Berbentuk kristal homogen dengan warna dominan merah dan putih yang seimbang. MOP memiliki hara yang muilti guna sehingga berfungsi dalam mendorong hasil panen (produksi), mutu, dan kualitas menjadi optimal. Selain itu, dapat membuat tanaman lebih tahan terhadap hama penggerek dan penyakit. Oleh karena kebutuhan yang tinggi, bagi tanaman tahunan perlu diupayakan pengunaan KCL seoptimal mungkin.

Sumber: BliBli

Manfaat dan Kegunaan Pupuk MOP

Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari pupuk MOP dalam dunia pertanian:

  1. Memperkuat batang dan perkembangan akar tanaman sebagai transportasi glukosa dalam tanah yang menjadikan buah menjadi lebih manis.
  2. Memperkuat tanaman dari serangan penyakit dan dari kekeringan.
  3. Sebagai transporter asimilat dan kerja enzim.
  4. Meningkatkan mutu buah dan bobot buah 
  5. Kombinasi dengan Kalium dan Nitrogen akan semakin meningkatkan pertumbuhan, jumlah TBS dan meningkatkan rendeman pada buah kelapa sawit .
  6. Menguatkan rasa asli (misalnya menguatkan rasa manis buah semangka atau meningkatkan rasa pedas buah cabe).

Kelemahan Pupuk MOP

Meski membantu pertumbuhan tanaman dan juga buah, ternyata ada beberapa kelemahan atau kekurangan dari pupuk jenis ini, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Dapat meningkatkan kandungan klor (Cl) dalam tanah dan tanaman yang dapat mengganggu penyerapan nitrogen (N) dan fosfor (P).
  2. Dapat menurunkan pH tanah dan meningkatkan potensi pencucian hara.
  3. Dapat menimbulkan efek antagonis dengan unsur hara lain, seperti kalsium (Ca) dan magnesium (Mg).
  4. MOP tidak cocok digunakan pada tanaman kentang, wortel dan bawang merah. Karena tanaman tersebut memiliki sensitifitas terhadap unsur Clorida (Cl). Unsur Clorida berdampak buruk pada tanaman tembakau dan bawang merah, misalnya adalah penurunan produksi. Untuk memenuhi kebutuhan kalium pada tanaman yang sensitif terhadap unsur Clorida (Cl) sebaiknya menggunakan pupuk ZK atau KNO3. 

Anjuran Pemakaian Pupuk MOP

Pupuk MOP biasanya diberikan pada tanaman yang membutuhkan kalium tinggi, seperti jagung, tebu, kelapa sawit, pisang, kentang, dan sayuran. Pupuk ini dapat diberikan secara tunggal atau dicampur dengan pupuk lain sesuai dengan kebutuhan. Waktu penggunaannya, pupuk MOP sebaiknya diaplikasikan sebelum tanam atau saat tanam dengan cara ditaburkan di sekitar tanaman. Bisa juga diaplikasikan dengan cara dibenamkan di dalam lubang tanam. Dosis pupuk MOP yang dianjurkan berbeda-beda tergantung pada jenis tanaman, umur tanaman, dan status hara tanah. Simak anjuran pemakaian pupuk MOP berikut :

  1. Jenis tanaman padi dan jagung dapat menggunakan dosis pupuk sekitar 75 – 100 Kg.
  2. Jenis tanaman cabe, kentang, dan tanaman perkebunan dapat menggunakan dosis pupuk sekitar 300- 500 Kg.
  3. Jenis tanaman kelapa sawit dapat menggunakan dosis pupuk sekitar 400 – 500 Kg.
  4. Jenis tanaman karet dapat menggunakan dosis pupuk sekitar 450 – 650 Kg.
  5. Jenis tanaman kentang dapat menggunakan dosis pupuk sekitar 500 – 800 Kg.

Dosis dan frekuensi pemupukan dapat disesuaikan dengan tingkat kesuburan dan kondisi tanah, pertumbuhan dan produktivitas tanaman serta varietas tanaman yang digunakan. Perlu diberikan dolomit/kapur pertanian sebanyak 2-4 kg/meter bedeng (bila pH<5) dan pupuk kandang/bahan organik sebanyak 2-4 kg/meter bedeng.

Selain itu, perlu diperhatikan juga terkait dengan dosis campuran pupuk. Dosis campuran pemupukan yang di sarankan untuk tanaman pangan sayuran dan palawija antara lain pupuk dasar (20%), pupuk diawal pertumbuhan (30%), menjelang pembungan (30%), pengisian buah dan Biji (20%). Untuk tanaman perkebunan (tahunan), sebaiknya pupuk diaplikasikan 3xsetahun.

Itulah informasi terkait Pupuk MOP: Kenali Fungsi, Manfaat, dan Kegunaannya!. Dapatkan informasi pertanian lainnya seputar Tidak Semuanya Tahu! Inilah Cara Pemupukan Padi Yang Tepat! dengan mengunjungi website Gokomodo. Selamat berselancar!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin
Blog terbaru
Pengetahuan agrikultur, tips, dan sumber daya dari tim kami.