Diterbitkan 4 Sep 2023

Mendalami Peran Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia

News
peran perkebunan kelapa sawit

Meskipun Indonesia menjadi salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, faktanya kelapa sawit pun bukan berasal dari Indonesia. Meskipun demikian, kelapa sawit tumbuh dengan lebat di Indonesia bahkan Industri Kelapa Sawit Terbukti Mendukung Ketahanan Lingkungan yang Berkelanjutan. Sudah saatnya kita mengetahui seluk beluk perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Sejarah Masuknya Kelapa Sawit di Indonesia

Berbekal 4 biji kelapa sawit asal Afrika, sekarang menghasilkan jutaan pohon kelapa sawit di Indonesia. Tahun 1848 saat penjajahan Belanda mulailah membawa biji kelapa sawit tersebut ke Kebun Raya Bogor. Biji kelapa sawit di Kebun Raya Bogor dapat tumbuh dengan baik dan subur. Mengetahui hal tersebut, pada tahun 1910 kelapa sawit mulai dijadikan tanaman budidaya komersial. Sekitar tahun 1980, budidaya kelapa sawit berkembang hingga lahan perkebunannya mencapai 200.000 hektar. Mayoritas kepemilikan lahan perkebunan kelapa sawit yaitu Pemerintah Kolonial Belanda. 

Pemerintah Indonesia kemudian mengeluarkan program kredit PBSN 1 dan 2 serta mulai memperkenalkan perkebunan kelapa sawit dengan pola PIR-Trans (Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi). Dengan adanya program tersebut, perkebunan kelapa sawit menjadi sangat pesat. Tahun 2009, luas lahan perkebunan sawit mencapai 7,2 juta hektar dan 40% nya merupakan kebun rakyat.

Peran Perkebunan Kelapa Sawit Menjadi Sumber Kehidupan Rakyat Indonesia

Melihat dari sejarahnya, perkembangan perkebunan kelapa sawit secara pesat tentunya dipengaruhi campur tangan rakyat. Perkebunan kelapa sawit setidaknya mempekerjakan sekitar 2,8 juta orang untuk terjun langsung di lahan dan jumlah tersebut didominasi oleh petani rakyat. Selain orang yang terjun langsung di lahan perkebunan kelapa sawit, 3,6 juta orang juga menggantungkan hidupnya di perusahaan kelapa sawit swasta, BUMN, dan lainnya yag masih berhubungan dengan perkebunan kelapa sawit. Tanpa adanya petani rakyat dan masyarakat lainnya, kondisi perkebunan kelapa sawit Indonesia tidak bisa seperti sekarang.

Perkebunan kelapa sawit yang sudah beroperasi setidaknya membutuhkan 1 orang untuk bekerja di lahan selama 0,2 hari kerja. Apabila perkebunan kelapa sawit nasional dikembangkan sebanyak 800.000 hektar setiap tahun, maka akan membutuhkan setidaknya partisipasi dari 160.000 kepala keluarga. Perkebunan dan industri kelapa sawit Indonesia menyerap lebih dari 30% pekerja. 

Perkebunan Kelapa Sawit Termasuk Industri Stabil

Pasang surut dalam sebuah industri menjadi hal yang wajar, tetapi tidak wajar untuk industri kelapa sawit. Kelapa sawit menjadi sumber pendapatan yang digadang-gadang oleh negara, mulai dari pajak hingga pendapatan ekspornya. Pada tahun 2022, ekspor kelapa sawit dan produk turunannya turut menyumbang USD 40 miliar atau Rp 600 triliun. Tidak terlalu banyak kondisi perkebunan kelapa sawit Indonesia yang perlu dikhawatirkan, kecuali turunnya harga kelapa sawit dan produk turunannya. Tentunya hal ini akan merugikan petani, perusahaan, dan investor. Kestabilan kondisi industri kelapa sawit inilah yang membuat kelapa sawit menjadi primadona investor lokal maupun asing – Dibalik Keuntungan yang besarm Investasi Industri Kelapa Sawit Indonesia Punya Kisahnya Tersendiri.

Pembukaan Perkebunan Kelapa Sawit Membantu Pembangunan Daerah

sumber: https://m.mediaindonesia.com

Selain membantu meningkatkan perekonomian negara, kelapa sawit juga membantu dalam infrastruktur maupun pengembangan daerah. Menurut sejarah, mayoritas kota di Sulawesi Utara merupakan hasil dari pertumbuhan perkebunan kelapa sawit. Selain itu, kelapa sawit turut membantu pembangunan infrastruktur jalan serta jembatan untuk kepentingan umum. Tidak berhenti sampai itu saja, kelapa sawit juga mampu membangun pusat pendidikan pasar, pusat perdagangan dan masih banyak lagi. Dari sinilah lahir supplier local, kontraktor lokal, dan berkembangnya ekonomi lokal karena kelapa sawit.

Peran Perkebunan Kelapa Sawit Bermanfaat Bagi Makhluk Hidup Lainnya

Perkebunan Kelapa sawit berguna bagi makhluk hidup, baik itu tumbuhan lainnya, hewan, hingga manusia  yang berada pada satu ekosistem yang sama. Perkebunan sawit termasuk bagian dari paru-paru dunia, mata rantai energi, sebagai perlindungan air dan tanah, hingga penghasil pundi-pundi uang bagi negara. Bahkan, banyak manusia yang bergantung dengan ketersediaan kelapa sawit dalam kehidupan sehari-harinya. Bukti konkrit ini bisa menjadi lawan kampanye negatif industri kelapa sawit yang menyatakan bahwa kelapa sawit merupakan industri yang tidak ramah lingkungan.

Nah, inilah bekal dasar untuk mengenal lebih jauh tentang kelapa sawit di Indonesia. Nantikan artikel seputar kelapa sawit lainnya melalui website Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin