Diterbitkan 27 Feb 2024

Mengenal Lebih Dekat Smart Farming, Revolusi 4.0 di Bidang Pertanian

Agri Edu
smart farming

Smart farming merupakan salah satu bentuk revolusi 4.0 pada bidang pertanian yang mulai banyak diterapkan. Mengandalkan perpaduan bantuan teknologi canggih, seperti internet of things (IoT), big data, dan penyimpanan cloud, smart farming diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian guna mencapai kemandirian pangan.

Mengenal Lebih Dekat Smart Farming

Secara bahasa, smart farming adalah nama lain dari pertanian pintar. Sebutan ini digunakan karena sistem pertanian yang dijalankan bukan lagi secara manual, melainkan telah menggunakan bantuan teknologi canggih. Bukan hanya membuat pekerjaan menjadi lebih efisien, sistem ini juga dipercaya meningkatkan produktivitas.

Sumber: iStock

Pertanian pintar merupakan konsep yang lahir dari pendekatan teknologi digital, mekanisasi pertanian, serta sistem pemasaran berbasis digital. Sebagai contoh, kamu dapat menggunakan platform yang memiliki konektivitas dengan perangkat teknologi seperti tablet atau handphone, untuk mengumpulkan informasi seperti kelembapan udara, status hara tanah, atau kondisi cuaca dari lapangan melalui perangkat yang ditanamkan pada lahan pertanian.

Keunggulan Smart Farming

Membahas mengenai keunggulan, sistem pertanian pintar ini tentunya memiliki banyak hal yang bisa diunggulkan. Smart farming dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, seperti dalam penggunaan air dan pupuk.

Selain itu, pemanfaatan teknologi sensor dan pemantauan secara real-time pada sistem pertanian pintar juga akan meminimalisir adanya limbah, menghemat biaya produksi, serta berkontribusi nyata pada pertanian yang berkelanjutan.

Contoh Implementasi Smart Farming

Lahirnya konsep pertanian cerdas memiliki tujuan untuk meningkatkan efektivitas hasil produksi pertanian secara maksimal dalam waktu yang singkat. Sebagai contoh, implementasi pertanian pintar ini dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi alat penanam padi otomatis, alat pengolah tanah, dan alat pemanenan padi yang terintegrasi.  

Sumber: iStock

Selain itu, konsep smart farming juga identik dengan pemanfaatan teknologi drone atau pesawat tanpa awak. Menggunakan alat ini, kegiatan pertanian seperti pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, serta penaburan benih akan terlaksana secara efektif. Lebih jelasnya, berikut adalah beberapa jenis drone yang biasa digunakan.

  • Sprayer Drone

Merupakan pesawat tanpa awak yang berfungsi untuk menyemprotkan pestisida atau pupuk pada tanaman dengan presisi tinggi. Dengan cara ini, petani dapat mengurangi penggunaan bahan kimia serta meningkatkan efisiensi. Meskipun tidak dilengkapi dengan sensor, sprayer drone telah dilengkapi dengan perangkat penyemprot cairan. Contoh sprayer drone adalah DJI AGRAS T40 dengan harga Rp248.000.000.

  • Crop Monitoring Drone

Merupakan drone yang berfungsi untuk memonitor kesehatan tanaman, kelembapan tanah, ada tidaknya kerusakan akibat hama, hingga memperkirakan hasil panen. Alat ini dilengkapi dengan sensor kamera multispektral, termal, serta multispektral termal. Contohnya adalah Parrot Anafi USA seharga Rp110.000.000.

  • Temperature and Humidity Measurement Drone

Merupakan drone yang memiliki fungsi untuk memonitor suhu dan kelembapan di lapangan. Alat ini sangat bermanfaat dalam manajemen iklim dan suhu karena telah dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembapan yang canggih. Contohnya adalah Parrot Bluegrass Fields seharga Rp94.000.000.

Adanya revolusi industri 4.0 di bidang pertanian tentu saja diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hingga mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, implementasi teknologi ini dalam proses pertanian di Indonesia harus diusahakan oleh pemerintah agar para petani dapat semakin berkembang.
Jika kamu tertarik dengan informasi seputar smart farming ini, baca juga artikel Teknologi Smart Farming dalam Mewujudkan Pertanian Modern Masa Kini di website Gokomodo, yuk!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin