Diterbitkan 19 Dec 2023

Mengenal Pupuk MOP, Manfaat dan Penggunaannya dalam Pertanian

Agri Edu
Pupuk MOP

Pupuk MOP adalah pupuk kalium yang dikenal dengan nama ilmiah Muriate of Potash. Pupuk ini mengandung unsur kalium dalam bentuk klorida, dimana kalium merupakan nutrisi esensial yang diperlukan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.  

Nama lain pupuk MOP biasa disebut pupuk KCL. Pupuk KCL memiliki istilah kimia Kalium Klorida, sementara MOP merupakan penamaan dalam bahasa Inggris yang merujuk pada Muriate of Potash. Secara fisik maupun dalam fungsi, keduanya tidak memiliki perbedaan. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Mengenal Pupuk MOP

Pupuk MOP merupakan salah satu varian pupuk tunggal dengan konsentrasi tinggi, terutama mengandung Kalium Klorida atau K2O sebanyak 60%. Fisik pupuk umumnya berwarna merah muda atau merah tua, kadang-kadang disertai butiran kristal putih. Pupuk ini dapat diterapkan pada berbagai jenis tanah, khususnya yang memiliki kadar klorida rendah.

Pupuk MOP sangat sesuai untuk beragam jenis tanaman yang cenderung toleran terhadap kalium dan klorida. Sifat larut dalam air dan kemudahan penyerapan unsur haranya oleh tanaman menjadi karakteristik utama pupuk ini. Sebelum diserap oleh tanaman, pupuk akan mengalami dekomposisi menjadi dua senyawa, yakni K2O dan Cl++, yang mana keduanya memiliki fungsi penting dalam pertumbuhan tanaman.

Pupuk MOP dapat diaplikasikan secara langsung ke dalam tanah, atau digunakan sebagai campuran dengan jenis pupuk lainnya. Sebagai contoh, pada tanaman kelapa sawit, umumnya pupuk ini dicampur dengan pupuk urea. Penggabungan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja pertumbuhan tanaman dan hasil panennya secara signifikan.

Sumber: Pinterest

Manfaat Penggunaan MOP 

Pupuk MOP bukan hanya sekadar sumber kalium untuk tanaman, melainkan juga memberikan sejumlah manfaat krusial yang mendukung pertumbuhan dan hasil panen yang optimal. Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan pupuk MOP dalam pertanian:

  1. Membantu Perkembangan Akar dan Memperkuat Batang Tanaman. Pupuk MOP memiliki peran sentral dalam mendukung perkembangan akar tanaman dan memperkuat batang. Kandungan kalium yang tinggi pada MOP memberikan tanaman kekuatan struktural yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan.  
  1. Meningkatkan Hasil dan Kualitas Panen. Kandungan kalium yang cukup pada MOP berperan penting dalam proses pembentukan buah dan biji. Hal ini berkontribusi pada peningkatan jumlah dan kualitas panen yang diperoleh petani.
  1. Memperkuat Tanaman dari Serangan Hama, Penyakit, Stress, dan Kekeringan. Pupuk MOP membantu melindungi tanaman dari ancaman berbagai masalah, termasuk serangan hama, penyakit, stres, dan kekeringan. Dengan memperkuat sistem pertahanan tanaman, MOP memberikan perlindungan tambahan dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap tekanan lingkungan.
  1. Mengaktifkan Enzim Pertumbuhan dan Mempercepat Proses Reaksi ZPT. Kehadiran kalium pada MOP tidak hanya memberikan nutrisi, tetapi juga berperan dalam mengaktifkan enzim pertumbuhan tanaman. Lebih dari itu, MOP mempercepat proses reaksi ZPT (Zat Pengatur Tumbuh), yang memiliki dampak positif pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara keseluruhan.
  1. Meningkatkan Pertumbuhan Akar pada Fase Akhir Vegetatif. Pupuk MOP terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pertumbuhan akar, terutama pada fase akhir vegetatif tanaman. Ini memberikan tanaman fondasi yang kuat untuk menyerap nutrisi dan air dengan optimal, serta mendukung pertumbuhan yang seimbang.

Penggunaan dalam pertanian 

Pupuk Muriate of Potash (MOP) memerlukan dosis yang tepat sesuai dengan jenis tanaman yang ditanam. Untuk padi dan jagung, dosis yang dianjurkan adalah 75-100 Kg per hektar. Cabai dan tomat memerlukan dosis sekitar 300-500 Kg per hektar, sedangkan kentang memiliki dosis yang lebih tinggi, yaitu 500-800 Kg per hektar.

Tanaman perkebunan seperti kelapa sawit dan karet membutuhkan dosis MOP antara 400-650 Kg per hektar. Sedangkan untuk tanaman buah-buahan, anjuran dosis berkisar antara 300-600 Kg per hektar. Dosis pemupukan dapat disesuaikan dengan kondisi tanah, tingkat kesuburan, dan varietas tanaman yang digunakan.

Untuk mendukung efektivitas pemupukan MOP, dianjurkan memberikan Dolomit atau Kapur Pertanian sebanyak 2-4 kg/meter bedeng jika pH tanah kurang dari 5. Selain itu, pupuk kandang atau bahan organik sebanyak 2-4 kg/meter bedeng juga perlu diberikan. Pemilihan dosis dan frekuensi pemupukan yang sesuai akan meningkatkan keseimbangan nutrisi tanah, mendukung pertumbuhan tanaman, dan hasil panen yang optimal.

Dengan segudang manfaat yang ditawarkannya, MOP menjadi pilihan unggul bagi para petani yang menginginkan pertumbuhan tanaman yang optimal dan hasil panen yang berkualitas tinggi. Pemberian MOP yang tepat pada waktu yang strategis menjadi kunci kesuksesan dalam mendukung produktivitas pertanian. Jika kamu tertarik dengan informasi seputar pertanian lainnya, jangan lupa baca Penggunaan Pupuk KCl pada Tanaman Bunga, Sayuran, dan Perkebunan di website Gokomodo sekarang juga, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin