Agri Edu

Pantas Saja Kualitas Minyak Sawit di Indonesia Tidak Diragukan Lagi. Ternyata Pembibitan Kelapa Sawit Diatur Seketat Mungkin!

Diterbitkan 4 Sep 2025, 16:05
Pembibitan Kelapa Sawit

Berada di wilayah tropis  akan menjumpai banyak jenis komoditi yang banyak dicari di pasar internasional, salah satunya minyak kelapa sawit. Darimanakah minyak kelapa sawit berasal? Bagi kamu yang mengira minyak kelapa sawit berasal dari buah kelapa sawit atau kernel kelapa sawit, selamat jawabannya benar! Minyak kelapa sawit didapatkan dari ekstraksi buah kelapa sawit hasil dari perkebunan kelapa sawit yang tersebar di Indonesia. Untuk mendapatkan minyak kelapa sawit yang berkualitas perlu dimulai dari pembibitan kelapa sawit sesuai standar terlebih dahulu. Bagaimana prosesnya? Yuk, simak artikel ini sampai selesai, ya.

Sumber: Silampari TV

Langkah Pembibitan Kelapa Sawit Sesuai Standar

Bibit kelapa sawit yang beredar di toko pertanian sekarang ini termasuk yang berkualitas tinggi. Sebab, bibit kelapa sawit diproduksi dengan sangat barhati-hati dan harus melewati tahap sertifikasi yang panjang hingga sampai di tangan para petani. Memangnya bagaimana langkah pembibitan kelapa saiwt yng biosa menghasilkan kelapa sawit berkualitas?

Persiapan pembibitan

Sebelum pembibitan dimulai, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu, seperti pemilihan lahan, persiapan media tanam, ketersediaan media tanam, bersiapan benih, membuat bedengan dan naungan, instalasi irigasi, persiapan pemupukan, dan alsintan yang diperlukan. 

Langkah pembibitan awal (pre nursery)

Pre-nursery merupakan langkah pentig pertama untuk menentukan kualitas bibit kelapa sawit yang dipakai. Pada tahap ini, kecambah sawit yang dilakukan harus diseleksi terlebih dahulu untuk memastikan kecambah sawit yang ditanam benar-benar dalam kualitas yang baik. Tujuan adanya pre nursery yaitu menguji dan memperbaiki kualiatas bibit dan mempersiapkan bibit supaya tumbuh lebih baik.

Kecambah normal yang sudah lolos seleksi akan ditanam di dalam lubang sedalam 5 cm pada baby bag dan sebelum diletakkan sebaiknya diberi pupuk dasar sesuai dengan petunjuk pupuk yang digunakan. Biasanya pada tahap ini menggunakan pupuk NPK dengan rasio unsur hara yang seimbang. Saat menanam kecambah, bagian akar diletakkan ke arah bawah dan bagian bakal batang menghadap ke atas. Jika sdah tertanam dengan baik, sirami dengan air hingga jenuh.

Saat fase ini, perawatan pada bibit sudah mulai bisa dilakukan, diantaranya:

  1. Menyirami bibit kelapa sawit saat pagi dan sore setiap harinya.
  2. Mengendalikan pertumbuhan gulma dua minggu sekali dengan cara pengendalian terpadu.
  3. Pemberian pupuk MOAF yang dilarutkan dengan air dengan konsentrasi 0.2% – 0.3%. Dari larutan tersebut, 20 cc disiramkan pada bibit sawit setiap minggunya. 
  4. Penting untuk melakukan seleksi lagi sebelum dipindah ke main nursery untuk memastikan semua bibit sawit yang ditanam memiliki kualitas yang baik dan terhindar dari bibit yang tumbuh abnormal. 

Langkah pembibitan utama (main nursery)

Pembibitan utama merupakan area atau tempat yang digunakan untuik mempersiapkan bibit kelapa sawit dalam jumlah besar sebelum dipindahkan ke lahan perkebunan utama atau saat replanting permanen. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat persiapan lokasi pembibitan utama, yaitu:

  1. Memastikan lahan yang digunakan bebas gulma dan penyakit.
  2. Dekat dari sumber air yang permanen guna mempermudah penyiraman bibit kelapa sawit. 
  3. Isi tanah dalam large polybag. Tanah yang digunakan sebagai media tanam harus bebas dari hama & penyakit, serta bebas dari sampah. 
  4. Jarak antar polybag sepanjang 90 x 90 x 90 cm
  5. Agar tidak terlal repot, bisa memasang instalasi water sprinkle untuk menyirami bibt kelapa sawit secara otomatis dan semua bibit bisa tersiram secara merata.

Fase pembibitan utama biasanya terjadi selama 9-12 bulan. Selama fase ini pula, bibit kelapa sawit tetap harus diseleksi ketat pada usia 6,9, dan 12 bulan untuk menghindari hasil panen yang tidak berkualitas.

Penanaman bibit kelapa sawit di lapangan

Bibit yang sudah lolos selesi pada saat fase pembibitan utama, bisa langsung dipindahkan langsung ke lahan perkebunan kelapa sawit. Usia bibit kelapa sawit yang dipindah minimal 9-12 bulan untuk bibit yang dipindahkan pada lahan bebas serangan babi dan landak, serta berusia minimal 16-18 bulan untuk bibit kelapa sawit yang dipindahkan pada lahan yang rawan terkena serangan babi dan landak. Putar polybag 180o saat 3-4 minggu sebelkum dipindahkan supaya akar yang ada di bawah polybag terputus.

Mengapa Pembibitan Kelapa Sawit Sangat Penting

Budidaya kelapa sawit hanya bisa dilakukan di negara tropis, salah satunya di Indonesia. Perlu diketahui, permintaan pasar Internasional akan minyak kelapa sawit cukup tinggi. Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah saat ini yaitu menjaga produksi tetap berkualitas dan dalam jumlah yang banyak. Itulah mengapa, proses pembibitan kelapa sawit dilakukan seketat mungkin dan tentunya menggunakan bibit yang sudah bersertifikat. Memangnya kenapa harus menggunakan bibit kelapa sawit bersertifikat? Jawabannya ada di artikel Pentingnya Mengetahui Benih Kelapa Sawit Unggul Bersertifikat dan Benih Palsu, ya!

Ternyata cukup ketat ya seleksi dan proses pembibitan kelapa sawit yang sesuai dengan standar. Tidak heran kalau memang ketersediaannya cukup terbatas dan banyak permintaan dari berbagai penjuru dunia. Temukan update dan seluk beluk seputar kelapa sawit di blog Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin