Diterbitkan 27 Dec 2023

Peran Kelompok Tani dalam Meningkatkan Produktivitas Petani

Agri Edu
kelompok tani

Usaha tani merupakan salah satu bidang usaha yang ada dari sebuah kondisi geografis suatu daerah. Sehingga, keberadaan petani akan cenderung berkelompok dalam sebuah wilayah untuk mengerjakan lahan mereka. Kelompok tani tidak terbentuk begitu saja dari sebuah perkumpulan para petani yang bergabung. Lebih dari itu, mampu memberikan dampak yang positif bagi produktivitas mereka.

Keberadaan para petani menjadi wadah para petani mengutarakan banyak hal yang menjadi masalah mereka dan menemukan solusinya. Dengan demikian upaya peningkatan produktivitas petani ini tentu perlu melibatkan peran para petani, diantaranya yaitu:

1. Tempat untuk Belajar

Keberadaan kelompok tani memungkinkan anggotanya untuk berkumpul dan menyampaikan keluhan maupun aspirasi masing-masing. Para petani sebagai anggota ini tentu memiliki pengalaman dan jam terbang yang berbeda dalam mengelola usaha pertanian.

Oleh karena itu, keberadaan para petani bisa menjadi tempat untuk belajar dan meningkatkan pengetahuan di bidang usaha pertanian. Para petani dapat bertanya sekaligus memberikan solusi terbaik dari pengalaman sebelumnya maupun dengan berdiskusi.

Solusi tersebut tidak hanya dapat diterima oleh petani yang menghadapi masalah saja tetapi juga dapat menjadi pelajaran bagi lainnya. Dengan demikian, kelompok tani dapat menjadi tempat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan secara nyata bukan hanya teori saja.

2. Wahana Kerja Sama

Para petani yang menjadi anggota kelompok tani tentu sedang memiliki lahan garapan yang berbeda. Mereka memiliki konsentrasi masing-masing terhadap hasil tani yang sedang mereka upayakan.

Tidak menutup kemungkinan jika diantara petani membutuhkan bantuan sehingga terbentuklah kerja sama untuk saling membantu. Upaya saling membantu ini juga kemudian dapat menjadi timbal balik yang baik dan saling menguntungkan.

Apalagi para anggota kelompok tani juga pada umumnya telah berpengalaman di bidang usaha tani ini. Sehingga untuk melakukan kerja sama dapat berlangsung dengan cepat dan saling memahami tanpa banyak memberikan arahan.

3. Unit Produksi

Sebagian besar kelompok tani yang sudah berdaya mungkin tidak lagi hanya berupa perkumpulan melainkan merambah pada skala ekonomi. Sebagai unit produksi, para petani juga diarahkan untuk mampu mengambil keputusan dalam mengembangkan produksi.

Para petani dapat memperlebar usaha mereka dengan membentuk unit produksi untuk mendapatkan keuntungan lebih. Pihak yang terlibat juga mungkin bisa ditambah agar unit produksi usahatani ini dapat berkembang dengan baik. 

Sumber: IStock

Istri-istri atau keluarga petani pun dapat diberdayakan untuk membantu berlangsungnya usaha tani pada bagian unit produksi hasil pertanian. Jika perkembangannya signifikan, maka kerjasama dengan lebih banyak pihak akan lebih mudah terlaksana.

4. Penghubung Antara Pemerintah dan Petani

Tidak semua kelompok tani terbentuk dari hasil inisiatif para petani secara langsung sebab sebagian diantaranya juga ada yang dibentuk pemerintah. Pemerintah membentuk gabungan para petani untuk melaksanakan program yang telah dibuat agar berjalan sebagaimana mestinya.

Keberadaan kelompok tani ini kemudian menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dengan para petani. Misalnya saat pemerintah hendak memberikan penyuluhan maka para petani lebih mudah berkumpul dalam sebuah kelompok ini.

Kelompok tani biasanya juga menjadi perantara distribusi pupuk dan beberapa bantuan keperluan pertanian lainnya dari pemerintah. Dengan begitu para petani memiliki akses mudah untuk mendapat pupuk subsidi yang legal sehingga terjamin kualitasnya.

Demikian peran kelompok tani yang dapat meningkatkan produktivitas para petani. Berbagai hal positif ini dapat diperoleh ketika para petani sadar akan pentingnya peran para petani. Baca juga Mengapa Keberadaan Kelompok Tani dan Gapoktan Penting? di website Gokomodo untuk informasi selengkapnya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin