Diterbitkan 4 Jul 2024

Perhatikan Penggunaan Kapur Dolomit, Jangan Sampai Salah Langah

Agri Edu
Kapur Dolomit

Kapur dolomit merupakan kapur yang terbentuk dari batuan kapur yang mengandung magnesium. Proses pembuatannya yang cukup sederhana membuat pabrik banyak memproduksi kapur dolomit sebagai pupuk yang kaya akan unsur hara makro maupun mikro bagi tanaman.

Manfaat dolomit untuk tanaman cukup beragam sehingga seringkali diperlukan dalam bidang pertanian. Kapur yang mengandung kalsium dan magnesium ini dapat meningkatkan pH tanah sehingga digunakan untuk menetralkan kadar keasamannya. Agar fungsinya dapat maksimal, perhatikan hal-hal berikut sebelum kamu menggunakan kapur dolomit.

1. Lakukan Identifikasi dan Uji Coba Tanah

Perlu diingat jika tidak semua kondisi tanah dan tanaman membutuhkan kapur dolomit. Terkadang, dosis yang diperlukan juga cukup beragam sehingga perlu dilakukan identifikasi dan uji coba tanah.

Untuk melakukannya kamu dapat menggunakan alat uji nutrisi tanah sehingga dapat mengetahui kondisi kualitas tanah. Pengujian juga perlu dilakukan secara berkala agar dapat memiliki gambaran jelas mengenai dosis kapur dolomit yang perlu digunakan.

2. Menyesuaikan Jenis Pupuk dengan Jenis Tanaman

Setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda-beda cukup beragam seperti kebutuhan akan pH yang rendah, tinggi, maupun netral. Untuk mengkondisikan tanah agar sesuai dengan kebutuhan tanaman maka diperlukan dolomit yang dapat merekayasa pH tanah. 

Artinya, kapur dolomit hanya digunakan pada tanaman yang membutuhkan tanah dengan kondisi pH mendekati netral. Teknik ini penting karena jika kondisi tanah tidak ideal untuk tanaman, nantinya tanaman akan kurang mampu menyerap unsur hara.

3. Pilih Waktu Pemupukan dengan Tepat

Kapur dolomit yang telah diproduksi menjadi pupuk biasanya berbentuk bubuk halus sehingga perlu waktu yang tepat dalam pengaplikasiannya. Lakukan proses pemupukan sebelum mendekati hujan agar pupuk tidak terbawa oleh arus air. 

Perlu diketahui pula bahwa tanah yang dicampur dengan dolomit tidak bisa langsung digunakan untuk menanam bibit. Kandungan dolomit yang terlalu tinggi perlu menunggu proses agar zat dolomit bercampur rata dengan tanah sampai kondisi tanah normal. 

Hindari pula memberikan pupuk dolomit saat tanaman kurang sehat, stres akibat serangan hama, maupun ketika dalam kondisi lemah. Pasalnya, saat tanaman sakit kinerja akar menjadi kurang maksimal sehingga proses penyerapan pupuk membutuhkan waktu lebih lama.

4. Pertimbangkan Dosis Pupuk

Pemberian dosis pupuk yang tepat dapat dilakukan berdasarkan petunjuk pada kemasan tiap produk. Petunjuk penggunaan ini bisa disesuaikan dengan hasil identifikasi dan uji coba pada kualitas tanah.

Jika jumlah pupuk yang diberikan terlalu sedikit, maka manfaat yang diharapkan mungkin kurang maksimal. Sementara itu, pemberian pupuk dolomit dalam jumlah yang terlalu banyak maka dapat menyebabkan risiko berbahaya bahkan bisa berujung pada kematian tanaman.

Nah, itu dia beberapa hal penting yang harus kamu tahu sebelum menggunakan kapur dolomit. Baca juga artikel seputar kapur dolomit lainnya di website Gokomodo, seperti Mengenal Kandungan Pupuk Dolomit beserta Manfaat dan Rekomendasi Produknya. Selamat membaca!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin
Blog terbaru
Pengetahuan agrikultur, tips, dan sumber daya dari tim kami.