Kultur Jaringan: Cara Budidaya Tanaman Modern untuk Sekarang dan Masa Depan

Pernahkah terbayangkan bagaimana budidaya tanaman masa depan seperti apa? Teknologi pertanian semakin canggih, namun jumlah lahan terus berkurang dari waktu ke waktu. Sudah saatnya untuk beralih ke pertanian di lahan terbatas dan menggunakan teknologi pertanian yang paling mutakhir. Salah satu teknologi pertanian yang masih akan digunakan hingga masa depan yaitu kultur jaringan. Sudah pernah mendengar tentang kultur jaringan? Yuk, refresh pengetahuanmu dengan penjelasan berikut ini!

Pengertian Kultur Jaringan
Kultur jaringan merupakan salah satu teknik pertanian dan bioteknologi yang digunakan untuk menghasilkan tanaman baru dengan cara mengisolasi, mengembangkan, dan menggadakan sel atau jaringan tertentu dengan intervensi manusia di laboratorium. Tidak semua tanaman perlu dikembangbiakkan dengan kultur jaringan, melainkan hanya tanaman yang sulit berkembang melalui biji maupun stek biasa.
Dalam budidaya kultur jaringan menggunakan media yaitu lingkungan di laboratorium sebagai tempat dimana tanaman dibiakkan melalui teknik kultur jaringan. Media yang digunakan harus mengandung nutrisi yang seimbang, tepat, yang terdiri dari garam mineral, vitamin, gula, dan hormon tanaman yang mendukung.
Kultur jaringan tidak dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa prinsip yang perlu diketahui sebelum memutuskan mengembangbiakkan tanaman dengan cara kultur jaringan.
Totipotensi
Totipotensi merupakan kemampuan sel tanaman berubah menjadi berbagai jenis sel dan jaringan yang berbeda dalam tanaman tersebut. Prinsip totipotensi mengacu pada kemampuan sel atau jaringan tanaman yang diisolasi dari tanaman induk untuk berkembang menjadi tanaman lengkap yang sama persis dengan tanaman induknya. Biasanya bagian yang diambil yaitu daun, natang, atau akar yang memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi tanaman sempurna.
Budidaya
Budidaya dalam kultur jaringan mengacu pada cara jaringan tanaman dibiakkan dan dikembangkan di lingkungan laboratorium yang terkontrol. Selama proses budidaya, sel tanaman akan ditempatkan dalam media kultur jaringan yang sudah diberi nutrisi, garam mineral, vitamin, serta hormon tanaman yang dibutuhkan untuk percepatan pertumbuhan tanaman. Selain itu, ada faktor lain yang mempengaruhi, seperti suhu, cahaya, dan kelembaban diatur secara ketat untuk menciptakan habitat yang optimal untuk pertumbuhan tanaman.
Tahapan Kultur Jaringan
Setelah mengetahui secara singkat tentang kultur jaringan dan prinsipnya, pasti makin ingin tahu kan bagaimana tahapan kultur jaringan? Nah, ada beberapa langkah kultur jaringan berikut ini.
Pembuatan media
Media merupakan faktor penentu keberhasilan kultur jaringan. Pada kultur jaringan, media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol kaca yang sudah disterilkan. Hal ini mencegah kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain.
Inisiasi
Inisiasi merupakan kegiatan pengambilan potongan bagian tanaman yang akan dikulturkan atau dibiakkan. Biasanya bagian tanaman yang digunakan yaitu tunas atau titik tumbuh tanaman yang lain.
Multiplikasi
Sesuai dengan namanya, multiplikasi merupakan cara memperbanyak calon tanaman dengan menanam bagian jaringan pada media. Multiplikasi dilakukan di laminar flow untuk menghindari kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan bagian tanaman (eksplan) tadi.
Aklimatisasi
Setelah multiplikasi selesai, selanjutnya eksplan dipindahkan keluar ruangan non-steril ke tempat sementara. Kegiatan ini disebut dengan aklimatisasi. Aklimatisasi harus dilakukan secara hati-hati dan bertahap.
Keunggulan dan Manfaat Kultur Jaringan
Budidaya dengan cara kultur jaringan memang lebih rumit dibandingkan budidaya tanaman pada umumnya. Dibalik kerumitan ini, ada keunggulan yang bisa dirasakan dengan budidaya tanaman menggunakan kultur jaringan. Yuk, bedah satu persatu keunggulan budidaya dengan
kultur jaringan!
Perbanyakan yang cepat
Dengan menggunakan kultur jaringan, sangat mungkin untuk membuat banyak tanaman baru dalam waktu yang singkat. Selain pembuatan tanaman yang cepat, budidaya dengan menggunakan kultur jaringan menghasilkan tanaman yang seragam dan sesuai dengan keinginan.
Pemeliharaan Genetik
Tanaman hasil kultur jaringan memiliki sifat genetik yang sama persis dengan tanaman induknya, baik dari segi warna bunga atau rasa buah. Keseragaman inilah yang penting untuk pertanian dan hortikultura. Terlebih hasil panennya nanti dipasarkan, tentu akan menambah pendapatan.
Pemuliaan tanaman
Budidaya dengan kultur jaringan terfokus pada teknologi rekayasa genetika di laboratorium. Sangat memungkinkan bagi petani maupun ilmuwan menciptakan varietas tanaman yang lebih baik dengan cara mengambil sifat unggul dari beberapa tanaman dan menggabungkannya menjadi satu tanaman baru yang lebih unggul. Dengan metode ini, sangat mungkin menghasilkan tanaman yang tahan hama dan penyakit, serta hasil panen berkualitas.
Tahan terhadap penyakit
Selain memadukan genetika tahan penyakit, ada penyebab lain mengapa tanaman hasil kultur jaringan lebih tahan penyakit. Lingkungan budidaya yang steril dan terjaga membuat tanaman hasil kultur jaringan juga lebih tahan penyakit.
Menghemat ruang
Selama ini pertanian modern seperti hidroponik, aeroponik, dan aquaponik yang digunakan untuk budidaya tanaman di lahan terbatas. Ternyata, meskipun hanya di laboratorium, budidaya dengan cara kultur jaringan juga bisa menggunakan tempat yang terbatas untuk menanam banyak tanaman.
Wah, ternyata kultur jaringan sudah sangat modern, ya. Dengan berbagai keunggulannya, kultur jaringan sudah mulai dikenalkan hingga sekarang dengan harapan produksi pangan tetap berlanjut di masa yang akan datang. Cari tahu lebih banyak tentang pertanian modern dan teknologinya dengan membaca artikel Perkembangan Sistem Pertanian Indonesia dengan Teknologi Modern dan artikel lainnya di blog Gokomodo, ya!








