Diterbitkan 23 Oct 2023

Kupas Tuntas Herbisida Kontak: Pengertian, Keunggulan, dan Rekomendasinya

Agri Edu
herbisida kontak

Gulma merupakan salah satu makhluk hidup yang mengganggu pertumbuhan tanaman karena menimbulkan kompetisi mendapatkan unsur hara dari dalam tanah. Ada beberapa jenis gulma yang biasa ditemui yaitu gulma rerumputan (grasses), gulma teki-tekian (sedges), gulma daun lebar (broad leaves), dan gulma pakis (fern). Ada banyak cara untuk mengendalikan gulma, salah satunya adalah dengan menggunakan herbisida kontak.

Sumber: Jandclawncare

Herbisida: Pengertian dan Jenisnya

Herbisida merupakan salah satu diantara 5 jenis pestisida yang biasa digunakan untuk mengendalikan OPT. Lebih lengkapnya, herbisida merupakan bahan kima yang digunakan untuk mengendalikan OPT berupa gulma seperti eceng gondok, rumput teki, dan alang-alang. Pemberian herbisida ditentukan oleh stadia pertumbuhan tanaman utama dan gulma tersebut. Nah, herbisida masih terbagi menjadi beberapa jenis spesifik antara lain:

  1. Herbisida pratumbuh
  2. Herbisida pascatumbuh
  3. Herbisida kontak
  4. Herbisida sistemik
  5. Herbisida selektif
  6. Herbisida non selektif 

Dari berbagai macam pembasmi gulma yang ada, Gokomodo akan membahas lebih dalam tentang bahan kontak.

Penjelasan Tentang Herbisida Kontak

Herbisida kontak merupakan herbisida yang bekerja dengan cara mematikan bagian gulma yang terkena langsung dengan herbisida. Herbisida jenis ini memilki sifat tidak dialirkan pada tubuh gulma melainkan hanya menyerang bagian yang terkena herbisida saja. Maka dari itu, herbisida ini biasanya digunakan pada gulma yang tidak memilki sistem perakaran luas. 

Herbisida ini bekerja dengan cara masuk ke dalam tubuh gulma memalui lapisan terluar gulma dan masuk ke bagian yang lebih dalam hingga bagian tersebut mati. Hal ini dikarenakan bahan aktif dari hebisida kontak nyaris tidak ditranslokasikan ke jaringan lain. Jikalau hanya terbawa ke jaringan lain, biasanya hanya berjumlah sangat sedikit dan ditranslokasikan melalui pembuluh floem. 

Penggunaan herbisida ketika cara pengendalian dengan metode lain tidak menghasilkan dampak yang signifikan atau ketika serangan gulma sudah mulai diluar kendali petani. Meskipun dinilai mengatasi gulma lebih cepat, rotasi pengendalian gulma menggunakan herbisida kontak terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Dengan kata lain, gulma akan tumbuh lebih cepat di kemudian hari. 

Yang Terjadi pada Gulma Setelah Diberikan Herbisida Kontak

Penggunaan herbisida jenis ini dinilai paling efektif dibandingkan dengan pengendalian gulma dengan metode lainnya. Efektivitas herbisida ini diakibatkan dari cara kerja pengendalian gulma yang beraneka ragam, seperti menghambat pertumbuhan gulma, menimbulkan efek formatif, klorosis, nekrosis, dan kurangnya pembentukan kutikula.

Efektivitas herbisida kontak juga akan meningkat apabila kondisi lingkungan lahan mendukung, misalnya iklim dan cuaca pada lahan. Saat musim hujan memang tidak disarankan untuk menggunakan herbisida ini karena akan menghilangkan sebagian besar bahan aktif herbisida tersebut. Selebihnya, efektivitas jenis kontak juga tidak lepas dari dosis dan cara pemberian yang tepat.

Keunggulan Herbisida Kontak

Sumber: Every Pixel

Penggunaan herbisida kontak sebagai salah satu upaya terakhir pengendalian gulma tentunya memilki keunggulan seperti mampu mengendalikan gulma pada waktu singkat. Dengan menggunakan herbisida kontak, pengendalian gulma hanya memerlukan waktu kurang lebih 2 hingga 3 jam setelah disemprot. Gulma akan didapati mati 2-3 hari setelahnya. Tentunya berbeda dengan cara lain misalnya secara mekanis – yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mengendalikan gulma. Kecepatannya dalam mengendalikan gulma menjadikan herbisida kontak baik untuk digunakan sebelum waktu tanam dimulai. 

Kelemahan Herbisida Kontak

Sebelumnya telah disinggung tentang penggunaan yang singkat menjadi keunggulan penggunaan herbisida sistemik ini. Keuntungan tersebut ternyata memiliki konsekuensi berupa gulma tumbuh kembali dalam waktu yang singkat. Kira-kira diperlukan waktu sekitar 2 minggu setelah penyemprotan untuk gulma mulai tumbuh kembali. 

Pernah dengar dengan istilah resisten herbisida? Resistensi herbisida yaitu kemampuan yang diturunkan pada suatu spesies gulma untuk tetap bertahan hidup dan bereproduksi meskipun telah diaplikasikan hebrisida dengan dosis tertentu. Resistensi mungkin bisa saja terjadi apabila terlalu sering menggunakan jenis herbisida tertentu. Akibatnya, gulma tidak akan mati dan akan tetap tumbuh invasif di lahan pertanian. 

Kelemahan lain dari herbisida ini yaitu cara aplikasi yang benar. Sesuai dengan namanya, herbisida kontak mengharuskan herbisida ‘berkontak’ langsung pada bagian tubuh gulma agar bisa bekerja dengan baik. Jika herbisida initidak menyentuh permukaan gulma, maka pengendaliannya tidak akan efektif. 

Herbisida Kontak yang Sering Dijumpai

Sumber: Indiamart

Sebenarnya herbisida dapat dibuat sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang tersedia – Begini Cara Membuat Herbisida Alami dari Bahan Dapur. Namun, jika tidak ada waktu untuk membuatnya, tersedia di pasaran seperti

a. Gramoxone 276 SL untuk tanaman padi dan jagung.

b. Herbatop 276 SL untuk tanaman padi, tebu, jagung, karet, kelapa sawit, teh, dan kopi.

c. Zenus 276 SL untuk tanaman kelapa sawit dan jagung.

d. Sinquat 276 SL untuk semua jenis gulma pada tanaman pertanian dan perkebunan.

Herbisida kontak tidak terbatas dengan merek yang telah disebutkan di atas. Hal terpenting bahan utama yang digunakan, yaitu oksifluorden, oksadiazon, propanil, parakuat, dan glufosinat. Itulah penjelasan singkat tentang herbisida kontak yang perlu kamu tahu sebelum memulai pengendalian gulma. Kamu juga bisa membeli herbisida di Mitra Gokomodo terdekat. Jangan tambah pengetahuan serba-serbi pengendalian OPT dengan membaca artikel yang ada di website Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin