Diterbitkan 19 Oct 2023

Mengenal Budidaya Lada: Dari Pemilihan Tanaman hingga Penanaman

Agri Edu
budidaya lada

Lada merupakan rempah-rempah yang banyak digunakan untuk melengkapi cita rasa masakan di Indonesia. Kebutuhan masyarakat terhadap lada yang cukup tinggi membuat bidang usaha ini masih terbuka lebar untuk digeluti. Tak heran, informasi seputar budidaya lada masih banyak dicari. 

Dalam budidaya lada, ada beberapa tahapan yang penting untuk diperhatikan. Kali ini, Gokomodo akan fokus membahas mengenai pemilihan tanaman, pembibitan, hingga penananam terlebih dahulu. Simak pembahasannya disini!

1. Pemilihan Bahan Tanaman

Sebelum menanam lada, kamu perlu menentukan jenis mana yang ingin dihasilkan, apakah lada putih ataukah lada hitam. Di Indonesia sendiri, setidaknya ada tujuh varietas lada yang bisa kamu pilih, yaitu Petaling I, Petaling II, Natar I, Natar II, Chunkuk, LDK dan Bengkayan. 

Setelah menentukan jenisnya, saatnya mengambil bahan tanaman untuk budidaya lada dengan cara perbanyakan tanaman atau stek. Kamu bisa memilih bahan tanaman dari tanaman yang sehat, bebas dari serangan hama dan penyakit, dan memiliki produktivitas yang tinggi atau stabil tinggi selama tiga tahun atau lebih. 

Hindari mengambil bahan tanaman dari kebun lada yang sebelumnya ditemukan gejala penyakit kerdil atau keriting daun karena virus. Pilihlah tanaman indukan yang memiliki sulur panjang yang tidak terlalu tua, tetapi sudah berkayu. Berikut adalah dua cara stek yang biasa digunakan.

  • Stek panjang (3-5 buku) merupakan cara memilih bahan tanaman yang digunakan apabila sumber bahan tanaman tersedia cukup banyak. Hasil dari stek ini bisa ditanam di lahan dengan mendahulukan bagian akarnya (stek panjang berakar).
  • Stek pendek (satu buku berdaun tunggal) merupakan cara memilih bahan tanaman dengan cara disemai/dibibitkan terlebih dahulu. Dalam hal merangsang pembentukan akar dengan cepat, biasanya digunakan larutan gula 1–2 % air kelapa atau IBA.

2. Pembibitan

Selanjutnya adalah tahapan pembibitan. Dalam tahap ini, media yang digunakan adalah campuran antara tanah, pasir dan bahan organik dengan perbandingan 2:1:1 atau 1:1:1. Sebelum digunakan, media perlu disterilkan dengan cara sterilisasi uap atau dilakukan perlakuan solarisasi atau sterilisasi dengan bantuan matahari.

Apabila telah disterilisasi, media perlu diinfentasi dengan mikroba menguntungkan seperti Trichoderma spp, Pseudomonas fluorescens, maupun jenis mikoriza AM atau VAM. Setah itu, media pembibitan siap dimasukkan ke dalam polybag dan ditanami stek satu buku berdaun tunggal.

Selanjutnya, berikan tutup plastik transparan yang bisa dilalui cahaya matahari sekitar 60–70% dan tambahkan pengaman berupa jarring atau net dengan tujuan melindungi bibit lada dari serangan-serangan organisme pengganggi tanaman. 

Agar tahap pembibitan ini berhasil, lakukan monitoring persemaian atau pembibitan secara rutin. Apabila bibit lada telah tumbuh mencapai 5-7 buku, maka bibit tersebut siap ditanam di lahan sesungguhnya. 

3. Penanaman    

Dalam kegiatan penanaman, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

  • Jarak dan Lubang Tanam 

Jarak tanam yang direkomendasikan untuk tanaman lada adalah 2,5 x 2,5 m (1600 tanaman/Ha) atau 3,0 x3,0 m (1100 tanaman/Ha). Sementara itu, ukuran lubang tanam yang baik adalah 45 cm x 45 cm sampai 60 cm x 60 cm (panjang x lebar x dalam). Sebelum ditanami, usahakan tanah galian tersebut telah dibiarkan terbuka (terkena matahari) minimal selama 40 hari sebelum tanam.

  • Penanaman Bibit

Sebelum menanam bibit, pastikan kamu telah membuka dan membuang plastik polibagnya terlebih dahulu. Selanjutnya, bibit lada ditanam dengan cara diletakkan miring, dimana 3–4 buku bagian pangkal (tanpa daun) ditanamkan mengarah ke tajar, sedangkan sisanya 2–3 buku (berdaun) disandarkan dan diikat pada tajar. 

Setelah itu, tanah yang ada di sekeliling bibit dipadatkan secara perlahan. Cara seperti ini juga bisa dilakukan apabila kamu menggunakan bahan tanaman stek panjang (3-5 buku), dimana yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah menambahkan 2-3 buku bagian pangkal (tanpa daun).

  • Perlakuan terhadap Bibit

Setelah tertanam dengan baik, bibit perlu diberi perlindungan atau naungan agar terlindung dari paparan sinar matahari. Kamu bisa menggunakan daun alang-alang atau lainnya sebagai naungan sampai  tanaman lada telah tumbuh kuat. 

Itulah tahapan awal yang perlu kamu tahu mengenai budidaya lada. Baca juga Tanaman Lada, Rempah Lokal Yang Mendunia untuk informasi seputar lada lainnya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin