Header GokoUp dan GokoZone
Agri Edu

Tertarik Coba Budidaya Tanaman Cabe? Kenalan Dulu Sama Tanamannya, Yuk!

Diterbitkan 19 Mei 2025, 12:58
Budidaya Tanaman Cabe

Tanaman cabe menjadi salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia, baik itu dibudidayakan skala kecil di rumah maupun skala besar di perkebunan. Nah, sebelum membahas lebih lanjut tentang tanaman cabe, ada baiknya tahu tentang hal dasar tanaman cabe. 

Sumber: Pexels

Akar tanaman cabe

Tahukah kamu kalau tanaman cabe termasuk tanaman biji berkeping dua? Salah satu cara mengetahuinya dengan tahu bentuk akarnya. Tanaman cabe memiliki akar tunggang yang terdiri dari akar utama/primer dan akar lateral. Akar lateral akan memanjang dan menghasilka akar tersier. Panjang akar primer diperkirakan 35-50 cm dan akar lateral sepanjang 35-45 cm. Sudah bisa dibayangkan sepanjang apa akar tanaman cabe?

Middle GokoUp dan GokoZone

Batang tanaman cabe

Karena termasuk tanaman biji berkeping dua, tanaman cabe memiliki batang berkayu meski warnanya hijau. Panjang tanaman cabe diperkirakan 30-37,5 cm dengan diameter 1,5-3 cm. Pada tanaman cabe terdapat daerah percabangan yang teridiri dari banyak tangkai dan tangkai daun. Cabang pada tanaman cabe berkisar 5-7 cm dengan diameter 0,5-1 cm. 

Daun tanaman cabe

Tanaman cabe memiliki daun tunggal yang terletak di masing-masing tangkai daun. Daun cabe biasanya munccul di samping secara berurutan di batang utama yang tersusun melingkar. Warna daun cabe yang sehat biasanya berwarna hijau hingga hijau tua. Jika ada gangguan penyakit atau serangan hama, bagian daunlah yang menjadi penanda pertama dan paling terlihat. 

Bunga tanaman cabe

Meskipun jarang  terlihat, tanaman cabe punya bunga, lho. Bunga tanaman cabe termasuk bunga tunggal dan terlihat di ujung ruas tunas. Mahkota bunga tanaman cabe memiliki beragam warna sesuai dengan varietasnya, seperti putih, kuning muda, kuning, ungi dengan dasar putih, putih dengan dasar ungu, dan ungu. Alat kelamin jantan (benang sari) dan betina (putik) pada tanaman cabe bisa ditemukan dalam satu bunga. 

Buah tanaman cabe

Sebenarnya, tanaman cabe termasuk tanaman buah bukan tanaman sayuran, lho. Buah tanaman cabe inilah  yang sering dimakan dan diolah menjadi sambal. Bentuk tanaman buah cabe diantaranya panjang, bulat, segitiga, campanulate, dan blocky serta ada rongga dengan jumlah yang berbeda tergantung varietas tanaman cabe. Di dalam buahnya ada plasenta tempat biji cabe melekat. Daging buah cabe memiliki tekstur renyah dan terkadang lunak. Ukurannya juga beragam tergantung dengan varietasnya. 

Biji tanaman cabe

Biji tanaman cabe terdapat dalam buahnya dan melekat disepanjang plasenta. Warna bijinya beragam, ada yang putih hingga kuning jerami. Bagian luar bijinya merupakan lapisan yang keras. Biji inilah yang bisa digunakan untuk menanam cabe baru.

Varietas Tanaman Cabe yang Terkenal

Di Indonesia jenis cabe yang sering dibudidayakan seperti cabe keriting, cabe merah besar, cabe rawit, dan cabe hijau. Nah, dari masing-masing cabe yang dihasilkan berasal dari varietas tanaman cabe yang unggul. Lalu, apa saja yang termasuk varietas tanaman cabe yang unggul?

Lembang-1

Lembang-1 merupakan varietas tanaman cabe yang menghasilkan cabe keriting. Varietas ini pertama kali dikenalkan pada tahun 2001. Varietas ini termasuk unggul karena umur panen hanya 63 hari setelah tanam dan menghasilkan 19 ton cabe per hektar, padahal rata-rata tanaman cabe perlu setidaknya 70-90 hari setelah tanam untuk bisa dipanen. Selain itu, varietas Lembang-1 lebih tahan terhadap hama thrips dan penyakit antraknosa.

Tanjung-1

Tanjung-1 tergolong varietas tanaman cabe besar yang unggul dan pertama kali dipasarkan pada tahun 2011. Masa tanam hingga panen varietas Tanjung-1 selama 58 hari setelah tanam, lebih cepat dibandingkan dengan varietas tanaman cabe lainnya. Hasil panennya tergolong banyak hingga 18 ton/hektar nya. Varietas ini bisa tahan terhadap hama thrips namun tidak tahan dengan penyakit antraknosa.

Tanjung-2

Tanjung-2 merupakan “adik” dari varietas Tanjung-1 tanaman cabe. Keduanya memiliki kesamaan dalam hal durasi budidaya dan kapan mulai dijual secara umum. Perbedaannya terletak pada hasil panen dan ketahanan terhadap hama serta penyakit tertentu. Hasil panen tanaman cabe varietas Tanjung-2 berkisar 12 ton/hektar. Sayangnya, varietas ini sedikit mudah terkena hama thrips dan lebih sedikit kebal terhadap penyakit antraknosa. 

Prima Agrihorti

Diantara semua jenis cabe yang sudah disebutkan, tanaman cabe ini memiliki masa tanam yang paling lama. Prima Agrihorti merupakan salah satu varietas tanaman cabe rawit unggulan dan pertama kali ada tahun 2015. Masa tanam varietas ini mulai dari 115-149 hari hingga bisa dipanen. Buah cabe yang dihasilkan terkenal pedas dan jumlah panennya banyak hingga 20,25 ton/hektar. 

Dengan mengenal dasar tanaman cabe dan varietasnya, nantinya tidak perlu ragu lagi saat memutuskan budidaya tanaman cabe baik di rumah maupun di perkebunan. Yang paling penting saat budidaya tanaman cabe, perhatikan 4 Teknik dan Cara Budidaya Cabai Hingga Panen Melimpah dan lakukan perawatan yang tepat. Jika perlu informasi lanjut tentang tanaman cabe, budidaya, dan perawatannya, kunjungi blog Gokomodo, yuk!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin
Footer Gokoup Dan GokoZone
Sehari Jadi Petani Episode 2